Para Penerus Yefta


"Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead itu, lalu dikuburkan di sebuah kota di daerah Gilead” (Hakim-hakim 12:7).

Setelah Yefta dan orang-orang Gilead mengalahkan suku Amon, suku Efraim menantang perang dengan mengatakan bahwa karena Yefta tidak meminta bantuan mereka saat berperang melawan suku Amon. mereka akan membakar rumahnya. Yefta menjelaskan bahwa ia telah meminta bantuan mereka namun tidak mendapat tanggapan. Karena mereka tetap beringas. Yefta dan pasukannya menyapu bersih mereka dalam pertempuran dan menguasai pangkalan mereka di tepi Sungai Yordan. Ketika orang Efraim di sisi timur sungai itu hendak menyeberang, pasukan Yefta menghadangnya, dan menyuruh mereka melafalkan kata syibolet yang artinya banjir. Suku Efraim memiliki akses yang berbeda dan menyebutnya sibolet. sehingga jati diri mereka pun terungkap. Maka 42.000 tentara Efraim pun dibunuh di tempat itu.

Setelah Yefta meninggal dan dikubur, muncullah beberapa orang yang menarik namun memiliki karakter aneh. Yang pertama menggantikannya adalah Ebzan (namanya kemungkinan berarti "bergeser") dari Bethlehem. seorang pria yang subur, la memiliki 30 orang anak lelaki dan 30 orang anak perempuan (Hak. 12:9). Ebzan kemudian mengatur perkawinan anak-anaknya—semuanya, la mendapatkan 30 menantu perempuannya dari "luar kaumnya" dan 30 menantu lelaki di “luar kaumnya” pula Bangsa Israel menganut prinsip endogami dalam perkawinan, yaitu menganggap bahwa pasangan ideal adalah dari dalam suku sendiri. Perkawinan eksogami yang diatur oleh Ebzan barangkali dimaksudkan untuk membangun hubungan perdamaian yang luas dengan suku-suku atau bangsa lain. Alkitab tidak membahas lebih jauh soal ini.

Setelah periode pemerintahan hakim Ebzan. Elon (artinya pohon “eik") dari suku Zebulon. memerintah selama 10 tahun. Informasi lainnya tentang hakim Elon adalah bahwa setelah wafat ia dikubur di Ayalon.

Kemudian datanglah Abdon (artinya "pelayanan" atau “menghamba"), yang juga sangat subur, la memiliki 40 anak lelaki dan 30 cucu. Kita diceritakan bahwa 70 keturunannya itu mengendarai 70 keledai jantan. Abdon diangkat dari suku Efraim—suku pemarah yang mengancam Yefta dengan aniaya dan kekerasan.

Dari kitab Hakim-hakim kita belajar bahwa Allah memakai orang dari segala jenis untuk menjadi pelayan-Nya. Mereka terdiri dari pria maupun wanita, datang dari pelbagai etnis, memiliki keahlian, jabatan dan waktu pelayanan yang beragam, serta memiliki kepribadian yang berbeda-beda pula. Kita mungkin lebih menyukai yang satu daripada yang lain. Namun, mereka semuanya adalah pelayan Allah.


0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan