Harga Kasih

"Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri” (1 Samuel 18:3).

Karena alasan tertentu, Alkitab tidak menjelaskan mengapa Yonatan terus menjadi sahabat Daud. Tiga kali Alkitab menyatakan bahwa Yonatan "mengasihi" Daud. Orang Barat di abad ke-21 ini tidak dapat mengerti kata itu. Bagi kita tampaknya menunjukkan hubungan homoseksual, yang jelas tidak tepat, karena baik Daud maupun Yonatan memiliki istri dan anak-anak.

Beberapa ahli Alkitab mencatat bahwa di dalam beberapa perjanjian kuno, kata “mengasihi” menunjukkan kesetiaan politis antara seorang penguasa dan koleganya. Mereka menduga bahwa karena Yonatan dan Daud telah mengikat perjanjian satu sama lain, kita harus mengartikan frase "Yonatan mengasihi dia” sebagai sumpah setianya kepada Daud.

Apa pun implikasinya, persahabatan Yonatan dan Daud bukanlah sesuatu yang murah. Pertama, Yonatan memberikan jubah kerajaannya beserta ketopong, pedang, busur, dan ikat pinggangnya kepada Daud. [1 Sam. 18:4). Kemudian, ketika Saul mengakui kepada Yonatan niatnya untuk membunuh Daud, Yonatan memberitahu Daud niat jahat itu dan kemudian berhadapan dengan ayahnya untuk membela Daud. Ketiga, dalam sebuah perjamuan makan Yonatan mempertaruhkan hidupnya, juga untuk membela Daud yang tidak hadir pada saat itu. Sampai-sampai Saul menyebut anaknya itu “anak sundal” atau "pelacur" dan melemparkan tombaknya kepada Yonatan (1 Sam. 20:30.33). Keempat, dalam suatu perburuan yang dilakukan Saul untuk mencari Daud, Yonatan mempertaruhkan hidupnya menemui Daud dan menguatkan hatinya dengan berkata, "janganlah takut,” dan “engkau akan menjadi raja atas Israel, dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu, juga ayahku Saul telah mengetahui yang demikian itu” (1 Sam. 31:2). Malangnya, Yonatan tak pernah menjadi orang kedua di bawah Daud, karena ia terbunuh saat bertempur melawan orang Filistin (1 Sam. 31:2).

Persahabatan Yonatan dengan Daud tidak hanya melibatkan kedudukannya sebagai pewaris takhta, tetapi juga membahayakan hidupnya. Namun Yonatan tetap setia kepada sahabatnya, dan mengesampingkan haknya atas takhta, serta segala kehormatan yang menyertai kedudukan yang sangat tinggi itu. (Padahal kehormatan adalah hal yang paling berharga di Timur Dekat kuno.)

Persahabatan menuntut kerendahan hati. Persahabatan berarti mengesampingkan rencana pribadi untuk mendukung rencana orang lain. Persahabatan berarti merelakan kehormatan sendiri untuk mendukung kehormatan yang lain. Persahabatan berarti bergembira dalam keberhasilan orang lain. Persahabatan akan tetap kukuh—terlepas dari apa yang dikatakan atau dilakukan orang. Persahabatan sejati tidak murah, tetapi ia tak pernah menghitung-hitung ongkosnya.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan