Bekerja Bersama

Saya dibesarkan dalam keluarga Advent dan belajar cerita-cerita Alkitab dari orangtua saya, kakak laki-laki dan perempuan, dan juga dari kelas Sekolah Sabat. Jadi saya tahu tentang Allah sejak masa kecil saya. Ketika saya bersekolah, saya belajar lebih banyak tentang Allah dan dibaptiskan.

Sekarang saya telah menikah dan memiliki anak-anak. Kami tinggal di Narayonpur Uchadanga, daerah misi di Bangladesh. Disini saya bertemu dengan banyak orang yang tidak memercayai Allah. Banyak orang pecandu obat-obatan yang memabukkan. Setelah tiba di desa ini, saya mengunjungi banyak rumah-rumah dan mendorong orang-orang untuk datang ke gereja. Saya juga mengadakan banyak kelas pelajaran Alkitab. Puji Tuhan, banyak orang yang telah melepaskan kecanduan mereka dan datang ke gereja. Sangat senang melihat bagaimana mereka telah banyak berubah.

Ketika kami datang di desa Uchadanga, setiap petang keluarga kami berkumpul bersama untuk kebaktian. Hari yang pertama ketika kami mulai bernyanyi, anak-anak di lingkungan tempat tinggal kami datang dan bergabung bersama kami menyanyi dan berdoa. Setelah beberapa hari, seseorang bertanya, "Ada banyak orang yang ingin datang dan bergabung dengan kebaktian Anda, apakah Anda mau menerima mereka?"

Saya berkata kepada mereka, "Ya, semua orang bisa datang ke gereja, jadi sekarang kita berkumpul bersama di gereja setiap malam untuk mengadakan ibadah bagi Tuhan." Pasal kesukaan saya di dalam Alkitab terdapat dalam Mazmur 91. Mulai dari awal hingga akhir, saya sangat menyukai pasal ini. Ketika saya jatuh dalam bahaya, saya mengingat ayat-ayat dalam pasal ini dan merasa aman. Saya menceritakan kepada anak-anak saya tentang ayat ini dan mereka memercayainya. Dalam bahaya saya mengulang-ulangi ayat ini dalam pikiran saya dan saya merasakan kedamaian dalam jiwa saya. Saya bersyukur kepada Tuhan atas Firman-Nya bagi kita.

Jangan Biarkan Mereka Pergi!
Mengkhotbahkan dan mengajar FirmanTuhan tidaklah selalu mudah; seringkali kami menghadapi situasi yang sangat sulit. Suatu kali kami pergi ke sebuah desa, namun kami berhenti di desa yang lain dalam perjalanan untuk mengunjungi rumah-rumah dan berdoa bagi penduduk di sana. Ketika kami kembali pulang melewati desa tersebut, beberapa orang muda menangkap kami dan mulai berteriak, "Orang-orang ini datang untuk menjadikan kita orang Kristen. Tangkap mereka dan ikat mereka-jangan biarkan mereka pergi." Mereka memanggil lebih banyak orang. Kami merasa takut dan berdoa kepada Tuhan untuk memohon bantuan.

Allah sungguh dahsyat! Dengan segera, Ia menjawab doa-doa kami. Sementara rombongan besar orang berkumpul, kami berdoa. Kemudian beberapa orang berkata, "Lepaskan mereka. Kami tidak mau ada gangguan lagi sekarang."

Kemudian mereka berkata, "Jika kami melihat kamu lagi, kami akan memukulmu hingga babak belur." Saya yakin Tuhan menyelamatkan kami, dan banyak kali la juga menyelamatkan orang-orang dalam perjalanan misi-Nya seperti kami. Setelah tiba di rumah kami berdoa dan mengucap syukur kepada Allah karena perlindungan-Nya dan karena jawaban doa-doa kami.

Kami sering berkhotbah di desa-desa dan harus melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki. Ketika kami pergi ke desa-desa, kami mengunjungi banyak rumah-rumah. Kebanyakan dari penduduk desa sudah berada di rumah pada petang hari dan pergi bekerja pada pagi hari. Selama musim dingin, ketika kami pergi berkunjung, kami harus kembali ke rumah lebih awal karena hari cepat menjadi gelap. Tetapi saat musim panas tiba, kami memiliki lebih banyak waktu untuk berkunjung dan bercakap-cakap dengan penduduk desa.

Suatu Kesempatan

Hingga saat ini, saya senang oleh karena telah membawa banyak jiwa kepada Tuhan. Sebuah pengalaman yang ingin saya bagikan yaitu mengenai seorang wanita Hindu yang dengannya kami berteman sangat dekat. Setiap hari saya akan mengunjunginya dan bercerita banyak dengan dia. Suatu hari dia bertanya, "saudaraku, kamu telah menikah dan memiliki seorang suami. Tetapi mengapa kamu tidak memakai gelang di tangan dan perhiasan di kepalamu?" Pertanyaan ini memberi saya kesempatan untuk menjelaskan iman dan cara hidup Kristen kepadanya. Dengan rutin, saya menunjukkan kepadanya dari Alkitab tentang makanan dan hal-hal yang lain. Dengan cara ini, persahabatan kami menjadi sangat kuat. Suatu hari ia datang ke gereja kami dan berkata bahwa ia ingin melihat bagaimana kami bernyanyi. Setelah itu, dia sering datang ke gereja. Suatu Sabat, ia mulai bernyanyi dengan kami. Kemudian ia mengajari lagu itu kepada suaminya. Saat malam hari, dia dan suaminya mulai bernyanyi. Saya mengundang mereka berdua untuk bergabung bersama kami bernyanyi di gereja, dan mereka berdua datang.

Suatu kali mereka berkata

kepada saya bahwa mereka ingin menjadi Kristen. Mereka sangat menyukai gereja Advent dan nyanyian serta doa-doa kami. Suatu kali suami saya berkhotbah tentang tidak boleh menyembah patung. Selesai khotbah, pasangan suami istri ini mengakui bahwa itu benar. "Mengapa kami sujud menyebah pada allah yang dibuat tangan manusia?" Mereka berkata. "Mulai sekarang, kami akan melayani dan menerima Allahmu menjadi Allah kami." Kami memberikan mereka lebih banyak kelas Alkitab dan mereka dibaptiskan. Sekarang mereka setia datang ke gereja.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan