HARI TUHAN

"Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat” (Matius 12:8). “Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh” (Wahyu 1:10).

Kebenaran penting kedua yang mengalir dari pertentangan Yesus mengenai pemeliharaan Sabat adalah kenyataan bahwa dia “adalah Tuhan atas hari Sabat.” Itu bukan pernyataan main-main. Pernyataan itu benar atau palsu. Tetapi tak peduli apa pun, pernyataan itu menjurus langsung ke kayu salib. Bagi umat Yahudi, itulah hujatan yang paling keterlaluan. Tetapi dari sudut pandang Yesus, itulah landasan hak-Nya untuk meluruskan bagaimana Sabat harus dihormati. Bagaimanapun, jika Dia sesungguhnya Tuhan atas hari Sabat, maka Dia akan memiliki pengertian lebih banyak mengenai mengapa Sabat itu diadakan dan bukan yang lain.

Pernyataan itu membawa kita secara historis kembali ketika sebelum Allah memberi hari Sabat dalam Sepuluh Perintah melalui Musa. Kejadian 2:1-3 berbunyi: “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskan-Nya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

Dan siapakah Allah itu yang beristirahat pada Sabat pertama dan memberkati dan mengkuduskan hari ketujuh itu? Kemungkinan termasuk seluruh Keallahan. Tetapi kita tahu dengan pasti bahwa Yesus merayakan Sabat pertama itu dan paling menyetujui menetapkan Sabat hari ketujuh di dalam sejarah manusia.

Dan bagaimana kita mengetahui itu? Karena kesaksian Perjanjian Baru, yang dengan gamblang menyatakan bahwa “segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Yesus sang Firman] dan'tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yoh. 1:3); “di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (Kol. 1:16); dan melalui Yesus maka Allah “telah menjadikan alam semesta” (Ibr. 1:2).

Sama sekali tidak diragulan lagi bahwa Kristus adalah Wakil yang aktif di dalam minggu Penciptaan dan Dia mengadakan Sabat pertama dalam sejarah. Dengan demikian Dia dapat menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari Sabat (Mrk. 2:28). Sabat hari ketujuh adalah hari satu-satunya dalam Alkitab yang diidentifikasikan sebagai “hari Tuhan” (Why. 1:10).

Dengan memberikannya di Sinai oleh “Aku Adalah” Tuhan Keluaran (Kel. 3:14; Yoh. 8:58) maka menyatakan dengan gamblang bahwa Dia bermaksud menjadikan Sabat hari ketujuh sebagai suatu peringatan mingguan dari dua kenyataan: Bahwa Dia menciptakan (Kel. 20:8-11) dan Dia menebus (Ul. 5:12-15).

Betapa kita sebagai umat Kristen kiranya bersyukur bahwa kita dapat menghormati Tuhan pada hari khusus-Nya.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan