BENAR-BENAR ORANG PALING MENJIJIKKAN

'Yesus masuk ke kota Yerikho.... Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ‘Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.’ Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: ‘Ia menumpang di rumah orang berdosa’” (Lukas 19:1-7).

Zakheus adalah orang paling dibenci di kota. Dan dengan alasan yang baik. Dia bukan saja sekadar seorang pemungut cukai, tetapi dia kepala pemungut cukai. Untuk mengungkapkannya dengan cara lain, dia sangat kaya. Akibatnya, dia memiliki salah satu rumah terbesar di kota, pakaiannya indah, dan ramahnya penuh pembantu. Dan orang-orang yang dia kenal adalah orang-orang kaya saja karena dia telah mengambil uang mereka secara tidak adil.

Yerikho adalah sebuah tempat yang menyenangkan bagi seorang pemungut cukai untuk menjadi kaya. Berlokasi di Lembah Yordan, kota itu persimpangan perdagangan dari timur ke barat dan dari utara ke selatan. Tetapi lebih penting lagi adalah karena pohon-pohon palma dan pohon-pohon balsam yang mewangikan wilayah itu sampai bermil-mil sekitarnya. Yosefus menyebut Yerikho “yang paling gemuk di Palestina.” Dan si penjajah, bangsa Romawi, membawa kurma dan balsamnya sampai ke ujung kekaisaran mereka.

Sebuah tempat yang “basah” bagi pemungut cukai, apalagi cara pajak ditagih. Namun sayang, sistem itu menciptakan penyalahgunaan. Orang Romawi di zaman itu menentukan bisnis pemungutan cukai di wilayah demi wilayah. Mereka akan menilai sebuah wilayah berapa nilainya, kemudian menjual hak untuk memungut cukai di wilayah itu kepada penawar tertinggi. Berapa pun ekstra yang dapat diperoleh si pemungut cukai itu adalah haknya untuk dia kantongi. Dan jika orang tidak suka pajak yang dia tetapkan, selalu ada para prajurit Romawi untuk mendeking dan membantu dia menuntut. Bayar saja kalau tidak tahu sendiri.

Zakheus telah naik sampai ke puncak profesinya. Seorang kepala pemungut cukai, membawahi banyak pemungut cukai lainnya di bawahnya, dan menarik beberapa persen dari penghasilan mereka. Satu cara pemorotan yang mantap sekali. Tetapi itu menjadikan dia orang yang paling dibenci di kota.

Dan ketika Yesus datang ke Yerikho, kita menyaksikan laki-laki yang paling menyebalkan itu bertemu dengan Laki-laki paling populer. Zakheus bisa saja kaya raya, tetapi dia juga kesepian dan tahu bahwa ada sesuatu yang sangat salah dan membuatnya hampir putus asa. Dia kurang yakin apa sesungguhnya masalahnya, tetapi dia sudah dengar mengenai seorang Nabi baru yang bahkan punya seorang pemungut cukai di antara murid-murid-Nya.

Dan bersama orang-orang yang merasakan kebutuhan mereka, Zakheus ingin melihat Yesus.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan