Dunia Dijadikan Baru


“Lalu Aku-melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu dan laut pun tidak ada lagi"(Wahyu 21:1)

Ellen White, memberitahukan tentang tempat tinggal kita, laut yang memindahkan kita dengan sahabat-sahabat kita. Ini adalah penghalang antara kita dan orang yang kita kasihi. Persahabatan kita putus oleh luasnya lautan, tidak dapat diduga dalamnya lautan.... Terima kasih Tuhan, di dunia yang baru tidak akan ada lagi bahaya lautan, tidak akan ada air bah, tidak ada kegelisahan, tidak ada suara ombak” (The Seventh-day Adventist Bible Commentary, Ellen G White Comments, jld. .7, hlm. 988),

Di tempat itu alamnya tidak-pernah memudar karena diterangi oleh hadirat Kristus, kita akan makan buah pohon yang hasil buahnya sangat banyak sehingga dahannya merunduk karena berat dari buah-buah itu; kita akan bersenang-senang dalam keindahan taman bunga tanpa ada keluhan tertusuk duri. Ada ladang yang mengagumkan, dedaunannya melambai lembut di tangkainya sambil ditiup angin sepoi-sepoi, dan orang tebusan tak terkekang oleh kematian, akan bersukacita dengan “kesenangan yang tak terucapkan dalam keadaan sempurna saat ciptaan dipulihkan," Penyair itu menggambarkannya dengan baik.

"Ada negeri yang sangat indah,

Yaitu kebahagiaan memerintah kekal,

Hari yang tak terbatas, tidak ada malam di sana,

Dan kesenangan menghalau rasa sakit,...

Dapatkah kita berdiri di tempat Musa berdiri,

Dan melihat pemandangan indah,

Semua hal baik yang pernah diberikan dunia,

Tidak dapat membuat kita lebih terpesona.”

Dunia baru: Tempat tinggal kekal dari umat tebusan, puncak sukacita dan kegembiraan; planet yang akan menjadi tempat dari Yerusalem baru; kota yang dihiasi dengan permata, dianugerahkan oleh Tuhan sendiri, tidak akan tersedia bagi mereka yang mempertahankan sifat lama sampai pada hari penghakiman.

Dunia baru akan dihuni oleh mereka yang telah mengalami kelahiran baru; mereka yang telah diberikan hati baru dan semangat baru; yang berjalan dalam hidup baru dan yang menderita oleh darah perjanjian baru dan diberi nama baru, akan menyanyikan lagu baru: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu, Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa" (Wahyu 5:9).


0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan