Hadiah Cuma-cuma

“Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua-orang-telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi- kasih karunia-Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan Nya atas semua orang karena satu orang; yaitu- Yesus Kristus" (Roma 5:15)

Kebenaran Kristus adalah hadiah. Kita tidak bisa mengupayakannya, membelinya, menciptakannya, mengadakan, atau layak mendapatkannya. Kristus memberikan, mencurahkan, menyumbangkan, mengaitkan, dan menanamkan itu dengan mengorbankan diri-Nya sendiri, tetapi tanpa ada tanggungan untuk kita. 

Sebagai manusia kita diciptakan untuk dapat memberikan penghargaan dan pengakuan kepada orang lain atas prestasi positif. Kita diajarkan sejak kecil bahwa hadiah diperoleh karena perbuatan atau jasa baik; bahwa hal-hal baik terjadi ketika kita mengupayakannya, dan kita mendapatkan apa yang layak untuk kita dan kita layak untuk apa yang kita dapatkan. Sehingga sulit untuk percaya bahwa keselamatan kita adalah hasil dari ketaatan Yesus, bukan karena usaha kita; bahwa hidup-Nya yang tak bercacat disediakan bukan karena apa yang kita lakukan, tetapi hanya karena Dia mengasihi kita. Kita sulit untuk menerima bahwa “tetapi baik hak kita ke surga dan kelayakan kita untuk itu hanya boleh didapat di dalam kebenaran Kristus” (Alfa dan Omega, jld. 5; hlm. 319).

Memang benar, keselamatan kita adalah karena kasih Yesus "tidak ada yang dapat ditambahkan" dari bagian kita kecuali menerima pemberian-Nya yang cuma-cuma itu. Hadiah itu lebih baik dari usaha seumur hidup yang kita dapat kerjakan; itu milik kita ketika kita "berserah dan membiarkan Tuhan!" Itu milik kita ketika kita jatuh di kaki salib, memohon "tidak ada yang dapat saya lakukan, hanyalah pada salib saya berpegang teguh." Itu milik kita saat kita menyadari bahwa tidak peduli seberapa terpelajar kita, seberapa kaya kita, seberapa berbakat kita, seberapa dekat kita, seberapa tinggi jabatan kita di masyarakat, atau seberapa lama kita berada di gereja, tidak satu pun yang kita miliki atau lakukan untuk diperhitungkan sehingga menyelamatkan kita. Karunia keselamatan itu diselesaikan di Kalvari dan disimpan atas nama kita di bank surga dan menanti penerimaan kita.

Beberapa hal yang diiklankan sebagai cuma-cuma sama sekali tidak sepenuhnya gratis. Itu adalah taktik licik dari produsen dan penjual yang hebat Tawaran pemberian cuma-cuma dari Kristus bukanlah tipu muslihat dan bukanlah pula upah; itu tidak seimbang dengan atau dihasilkan oleh perbuatan baik kita. Ini adalah yang tidak semestinya di berikan, menerima tanpa usaha, tanpa di bebankan, dianugerahkan kepada orang berdosa yang, dituntun oleh kuasa Roh Kudus, menyadari penawaran Kristus, mempercayainya, menerimanya, dan olehnya dipindahkan dari kerajaan kegelapan kepada kerajaan terang.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan