Roh Allah

“Saul... diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN" (1 Samuel 16:14).

Orang Advent sering berbicara tentang Roh Allah. Kita berbicara tentang karunia Roh, pribadi ketiga dari Allah, yang dari situ berasal semua karunia lainnya. Dan alangkah kagetnya kita membaca di dalam Perjanjian Lama tentang apa yang dilakukan oleh Roh yang berasal dari TUHAN

Benar, beberapa bagian Alkitab berbicara sesuai dengan apa yang kita harapkan, “Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air” (Kej. 1:2). "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia' (Kej. 6:3). "Telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan" (Kel. 31:3)

Tetapi bagian lain dari Alkitab membuat kita cukup bingung. “Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh" (Hak. 9:23. "semangat jahat" = "an evil spirit" [ASV]). "Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana" (Hak. 14:19). "Berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat" (1 Sam. 11:6). “TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut nabi-nabimu ini” (2 Taw. 18:22). Kita masih bisa menambah contoh-contoh lainnya.

Apa yang harus kita perbuat dengan ayat-ayat Alkitab di atas dan yang lainnya, yang menunjukkan akibat-akibat aneh yang ditimbulkan oleh roh yang berasal dari TUHAN? Kita tidak dapat menyingkirkan bahaya ini dengan mengatakan bahwa dalam ayat-ayat itu kata "roh" atau "semangat” ditulis dengan huruf kecil Tidak ada huruf besar dalam tulisan Ibrani yang asli, jadi mesti ada penjelasan lain. Tetapi apakah itu?

Malangnya, para penulis Alkitab tidak memberikan petunjuk tentang apa yang mereka pikirkan dan mengapa mereka menulis demikian, jadi semua penjelasan tidak ada yang pasti. Namun ada sebuah penjelasan yang mungkin: Karena penyembahan berhala adalah bahaya laten yang sangat menarik bagi orang Israel kuno, maka TUHAN dan para jurubicara-Nya secara hati-hati telah menghindari kata-kata yang dapat diselewengkan untuk mendukung adanya allah lain. Sebagai contoh. Perjanjian Lama tidak pernah berbicara tentang kerasukan setan, dan, kecuali satu kali."'Iblis" tidak pernah disebut sebagai nama melainkan sebagai sebuah posisi atau fungsi, jadi, untuk memelihara monoteisme, Allah menyatakan telah melakukan semua hal yang di dalam Perjanjian Baru dijelaskan sebagai perbuatan si Iblis.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan