Allah yang Teratur

Kata Musa kepada Harun: "Datanglah mendekat kepada mezbah, olahlah korban penghapus dosa dan korban bakaranmu, dan adakanlah pendamaian bagimu sendiri dan bagi bangsa itu; sesudah itu olahlah persembahan bangsa itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, seperti yang diperintahkan TUHAN."

Salah satu aspek yang paling mengesankan dari fungsi keimamatan Israel adalah tata cara yang teratur bagaimana mereka melakukan pelayanan.

Hal ini tidak mengherankan. Petunjuk kepada mereka datang dari Allah, dan Dia adalah Oknum yang teliti dan teratur. Hal itu terungkap dalam keajaiban ciptaan, dalam keseimbangan ekologi bumi, dan dalam cara kerja tubuh fisik kita. Pencipta langit dari bumi melakukan pekerjaan-Nya dengan keteraturan yang tepat dan konsisten.

Perhatikan siklus alam: Cahaya matahari menyerap uap dari air laut menciptakan awan yang melepaskan kekayaan air mereka kepada gunung-gunung dan bukit-bukit dari ketinggian ini air mengalir turun melalui sungai yang mengalir ke daratan yang lebih rendah, menyuburkan tanah dan kebun-kebun kemudian daratan kosong akhirnya menjadi danau yang luas yang pada gilirannya mengalir ke lautan, yang sekali lagi memasok uap yang diserap oleh mata hari. Siklus alam yang dapat diperkirakan ini, disorot oleh irama musimnya di mana menabur dan panen, sinar matahari dan hujan, siang dan malam, semua menyaksikan Allah yang teratur dan terarah.

Kita melihat keteraturan-Nya dalam spesies ikan dan burung yang tidak terhitung jumlahnya yang mendiami perairan di bawah dan langit di atas, dalam berbagai ukuran binatang yang menguasai kerajaan hewan dan dalam dunia serangga yang rendah dilambangkan oleh organisasi teratur dari semut yang rajin.

Bahkan di surga malaikat kemuliaan berjalan dengan organisasi yang sangat akurat Baik kerub maupun serafim melakukan perintah-Nya sesuai perintah yang terukur. Ellen White memberikan kejelasan dengan kenyataan ini: “Di dalam kota itu keadaannya sangat tertib dan harmonis. Semua yang disuruh mengunjungi bumi memegang suatu kartu emas, yang mereka serahkan kepada malaikat-malaikat yang berada serta yang masuk dan keluar di pintu-pintu gerbang kota itu. Sorga adalah suatu tempat yang indah” (Tulisan-tulisan Permulaan, hlm. 78).

Ya, Allah adalah Allah yang teratur, dan kita yang sekarang bangsa imam dan raja-raja melayani Dia dengan cara yang terbaik saat mengerjakan urusan pribadi kita, dan tentu saja dalam melakukan pekerjaan-Nya, melakukannya dengan teratur dan konsisten.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan