Terlalu Banyak Informasi


"Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan" (Pengkhotbah 12:12).

Kita dibanjiri surat elektronik, pesan teks, dan RSS feed, belum lagi buku, jurnal, dan majalah bagus yang masuk ke ruangan kita setiap hari. Tambahan, buku elektronik, unggahan video, DVD, dan iklan yang kita dapatkan. Tingkat perkembangan informasi pasti logaritmik. Sebuah buku tahun 1989 ditulis Richard Saul Wurman berjudul Information Anxiety menyatakan bahwa salah satu terbitan harian New York Times memiliki lebih banyak informasi daripada yang bisa didapatkan seseorang seumur hidup selama tujuh belas abad. Bagaimana dengan hari ini?

Orang paling cerdas yang pernah hidup mengatakan bahwa aliran deras yang terus-menerus dari buku-buku baru akan “melelahkan badan.” Itulah stres yang saya rasakan. Tidakkah Anda setuju? Salomo menulis ini jauh sebelum penemuan mesin cetak oleh Gutenberg pada tahun 1439, yang dapat disetel. Sekali mesin cetak mulai mencetak dan berputar, segera akan banyak buku tersedia yang seseorang dapat baca seumur hidupnya. Ketika saya kuliah pada awal tahun 1970, kebijaksanaan konvensional menyarankan bahwa semua literatur ilmiah berisikan 1.000 artikel setiap hari. Untuk mahasiswa muda yang menghadapi ujian komprehensif, itu sangat menegangkan. Saya hany bisa membaca beberapa makalah setiap hari pada hari yang baik. Jadi sekarang ini, kita ada di era internet, di mana setiap orang dengan komputer dapat memublikasikan, mendapat informasi tambahan yang tersedia dalam jumlah besar, masalah yang Salomo jelaskan benar-benar mirip, bukan? Kita bisa mendapat stres jika kita benar-benar menginginkannya. Tetapi kita juga bisa membuat saringan dalam pekerjaan sehari-hari untuk memilih dengan hati-hati apa yang akan kita gunakan dalam waktu kita yang terbatas.

Di masa lalu, ketika penerbit, perusahaan musik, dan studio film menangani semua keputusan tentang apa yang harus dipublikasikan atau tidak, mereka membuat pilihan berdasarkan faktor ekonomi apakah terjual atau tidak. Biaya produksi yang tinggi. Risiko besar. Tapi sekarang semua digital dapat memublikasikan dalam semua format untuk biaya yang sedikit atau tidak ada biaya. Sayalah yang kini harus memutuskan di manakah saya mencari informasi dalam kuantitas dan kualitas untuk melaksanakan misi pribadi saya. Penyaring saya membutuhkan penyesuaian Ilahi setiap hari untuk menjaga saya bebas dari stres dan berpusat pada misi.

Ya Tuhan, sesuaikanlah penyaring saya untuk mendengar suara-Mu dan langsung merespons perintah-Mu.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan