PERISTIWA PENGURAPAN

“Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, katanya dengan suara nyaring: ‘Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!’Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!’ Dan keempat makhluk itu berkata: ‘Amin.’ Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah (Wahyu 5:11-14).

Tempat peristiwa sekarang bergeser. Peristiwa kenaikan bukan saja berarti Kristus yang sudah dibangkitkan kembali dari bumi, tetapi juga Dia tiba di surga. Dan Dia berbuat demikian bukan sekadar sebagai peziarah yang letih tetapi sebagai Raja penakluk. Yesus sudah menyelesaikan pekerjaan oleh mana Dia meninggalkan tempat-Nya di surga untuk melaksanakan satu tugas. Sekarang Dia sudah diurapi atau, lebih tepat, diurapi kembali sebagai Dia yang layak mengambil tempat yang sama dengan Bapa di atas takhta-Nya.

Dengan demikian tempat peristiwa bergeser, dari para murid bersukacita di Bait Allah di bumi kepada pasukan malaikat yang memuji dalam Bait Allah di surga. Dalam suasana di Bait Allah yang besar itu, Wahyu 4 dan 5 memberi sebuah mutan puji-pujian ketika Anak Domba bergabung kembali dengan Bapa pada hari pengurapan.

Puji-pujian difokuskan pada kelayakan Yesus sebagai “Anak Domba yang disembelih [dan] layak.” Di kayu salib, surga mengalahkan Setan. Peristiwa itu memastikan keamanan alam semesta yang dalam bahaya. Sekarang hal itu menjadi sejarah. Masa kini untuk kumpulan surgawi itu adalah puji-pujian dan pemujaan yang tertinggi.

Dan Anak Domba yang layak diurapi akan menerima apa? Satu hal pasti adalah kuasa. Kristus yang sudah bangkit, duduk di atas takhta alam semesta, akan memberi kuasa kepada para pengikut-Nya di bumi. Pemberian kuasa itu pertama ditujukan ke bumi yang terjadi pada hari Pentakosta ketika para rasul menerima pemberian Roh Kudus. Dengan demikian, pengurapan ada pada sisi duniawi. Sekali lagi kita melihat hubungan antara peristiwa-peristiwa di bumi dan realita-realita surgawi. Dengan Yesus di atas takhta, para pengikut-Nya di dunia dipastikan akan menerima pahala surgawi.

Kuasa salah satu dalam daftar pemberian kepada Anak Domba yang disembelih-kekayaan, kebijakan, kekuasaan, kehormatan, kemuliaan, dan berkat juga menjadi milik-Nya. Suasana pengurapan itu ditutup oleh seluruh alam semesta ikut serta dalam puji-pujian terbesar dalam sejarah alam semesta.

Sementara kita mencoba mengerti realita dan keajaiban peristiwa-peristiwa itu, kita perlu saksama mempelajari dan merenungkan lagu-lagu dalam Wahyu 4 dan 5. Lagu-lagu itu akan membantu kita sepenuhnya masuk ke dalam pemujaan yang benar sementara kita menerapkan pelajaran-pelajaran ini bagi kehidupan beribadah kita sehari-hari.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan