Mulai dari Sekarang


"Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu :  'Peringatilah hari ini, sebab pada hari ini kamu keluar dari Mesir,dari rumah perbudakan: karena dengan  kekuatan tangan-Nya TUHAN telah membawa kamu keluar dari sana sebab itu tidak boleh dimakan sesuatu pun yang beragi. Hari ini kamu keluar, dalam bulan Abib'".(Keluaran 13:.3,4)

Empat kali dalam pasal ini Musa mencoba mempersiapkan umat Israel untuk berpisah sepenuhnya dari Mesir Dia menekankan berulang kali agar “keluar,’ atau tinggalkan di belakang kondisi yang telah menindas dan menekan mereka begitu lama Hari itu, hari kesepuluh bulan Abib, adalah hari untuk merayakan transisi mereka dan penghinaan di masa lalu kepada masa depan yang gemilang Begitu sepenuhnya perpisahan mereka dari kejahatan Mesir sehingga 400 tahun masa perbudakan mereka tidak dihitung sebagai bagian dari kronologi normal mereka

Kebutuhan untuk memutuskan hubungan dengan masa lalu dan berani melangkah ke masa depan adalah penting untuk keberhasilan gereja dan keluarga kita, dan untuk kita sebagai individu. Kemauan seseorang untuk membalikkan halaman kesengsaraan kemarin dan melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan dan sekarang adalah kunci untuk berpisah sepenuhnya dan masa lalu.

Kita semua membutuhkan awal— waktu untuk permulaan yang baru; waktu di mana kita meninggalkan akumulasi beban hidup, secara psikologis dan sebaliknya, dengan optimis dan antusias memasuki masa depan Sudah saatnya bagi kita terus maju tidak hanya dan kegagalan masa lalu, tetapi juga kemenangan masa lalu yang dapat mengurangi semangat dan motivasi kita sekarang mi Pada setiap awal tahun baru, Bapa surgawi kita memberikan kepada kita waktu ideal untuk menguraikan kembali tujuan kita dan memperbarui semangat kita, Tentu saja, kita tidak harus menunggu tahun baru untuk memulai proses ini; kita bisa menandai setiap peristiwa kehidupan sebagai waktu penentuan untuk fokus kembali. Misalnya, Henokh fokus kembali setelah anaknya lahir, pola pikir Yakub berubah setelah mimpi, Elia juga fokus kembali setelah pencerahan di sebuah gua, demikian juga Yesaya setelah kematian Raja Uz-ia, Daud mengalami hal ini setelah menerima teguran Natan, dan Petrus tentu saja terjadi pada kenyataan penyangkalannya.

Ellen G. White berkata mengenai Rasul Paulus “Kalau pernah dalam perjalanan tugasnya semangatnya kendur untuk sesaat satu lirikan pada salib akan mendorong dia supaya mengerahkan kembali pikirannya dan maju terus dalam jalan penyangkalan diri (Membina Keluarga Sehat, hlm 465).

Melalui teladannya kita diingatkan bahwa salib Kristus tidak hanya sumber inspirasi kita yang paling ampuh, tetapi juga yang paling terbuka.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan