PANGGILAN YESUS

"Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.' Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia" (Matius 4:18-20).

Hari itu dimulai dengan dua nelayan menebar jala mereka. Itu pekerjaan berat, tetapi memuaskan. Walaupun mereka tidak akan pernah menjadi kaya, menurut tolok ukur zaman itu, namun mereka berada cukup di atas garis rata-rata perolehan nalkah. Mereka memiliki sebuah perahu dan penghasilan mereka tetap. Membandingkan posisi sosial mereka yang relatif dengan para pemilik bisnis kecil yang berhasil di zaman kita, kita dapat menganggap kedudukan mereka berada di kelas menengah ke atas.

Dan kemudian, Dia memasuki kehidupan mereka dan keadaan tidak akan pernah sama lagi. “Ikutlah Aku” adalah kata-kata-Nya. Dan itulah yang mereka lakukan, meninggalkan kemapanan finansial mereka di belakang mereka untuk mendampingi Seorang kelana tunawisma yang menyatakan Dia akan menjadikan mereka “penjala manusia.” Sudah tentu mereka bertanya-tanya apa arti ucapan itu.

Mengapa mereka menyerahkan diri mereka dan meninggalkan semua? Orang-orang zaman sekarang menghadapi pertanyaan yang sama. Mengapa beberapa siswa saya meninggalkan kedudukan-kedudukan yang menguntungkan sebagai dokter atau pengacara atau pelaku bisnis dengan penghasilan tinggi untuk kembali ke sekolah dan hidup atas gaji pendeta yang tak seberapa, jauh di bawah apa yang sudah biasa mereka peroleh? Mengapa beberapa orang memutuskan untuk melayani di misi-misi di negeri asing? Dan mengapa tak terhitung banyaknya jutaan umat Kristen dari berbagai kedudukan dan jabatan menderita kerugian supaya mempertahankan kejujuran dan integritas di dalam praktik bisnis mereka?

Jawabannya ditemukan di dalam Dia bernama Yesus dan pekabaran dahsyat-Nya. Dia masih mencari perorangan sekarang. Bagi beberapa orang, panggilan itu segera, seperti kilatan halilintar pada kehidupan mereka. Bagi yang lain kejadian itu melintasi minggu, bulan, dan bahkan tahun. Namun panggilan itu masih berlangsung sementara orang-orang membuat keputusan-keputusan meninggalkan jala-jala apa pun yang sedang mereka tebar.

Tetapi seperti Petrus dan Andreas, mereka tidak tahu apa tujuan semua itu. Dan hal itu mungkin saja baik, karena Petrus berakhir di kayu salib dan partner, Yakobus Zebedeus, akan menemukan kematian di tangan salah satu pembantai Herodes pada beberapa tahun berikutnya.

Tetapi tak satu pun para murid mula-mula itu mengerti sisi terang masa depan-bagaimana mereka akan mengubah dunia di zaman mereka dan bahwa tiap generasi setelah mereka akan dipengaruhi oleh tindakan mereka, yaitu meninggalkan jala-jala mereka.

Yesus masih memanggil kita. Sekarang ini Dia masih meminta para laki-laki dan wanita untuk menjadi “penjala manusia.”

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan