DATANG PADA WAKTU MALAM LEBIH BAIK DARIPADA TIDAK DATANG SAMA SEKALI

“Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: ‘Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya’” (Yohanes 3:1,2).

Di sini ada seorang lain yang terkesan oleh “tanda-tanda” dan mukjizat-mukjizat yang telah Yesus lakukan. Yesus bisa saja dengan hati-hati menganggap Nikodemus salah seorang dari antara orang banyak yang terpesona karena apa yang mereka telah lihat sepintas dalam kuasa-Nya melakukan mukjizat dan berkuasa.

Tetapi Yesus, yang “tahu apa yang ada di dalam hati manusia” (Yoh.2:25), mengenal di dalam diri Nikodemus, Yesus telah menemukan seorang pencari Allah yang sesungguhnya, bukan sekadar tertarik pada “cahaya-cahaya terang” pelayanan-Nya.

Tetapi Yesus memandang ke bawah permukaan untuk melihat hal tersebut. Di sini ada seorang pribadi dari kelas yang sama sekali berbeda dari massa orang-orang yang biasanya mengikuti-Nya. Pada permukaan kita mengenal beberapa hal tentang Nikodemus. Pertama, Dia seorang Farisi, salah satu kelompok elite terdiri 6.000 orang yang sudah membaktikan diri untuk mengikuti Allah dengan benar melalui mengikuti hukum secara keseluruhan ribuan rinciannya. Orang-orang Farisi pada zaman Yesus adalah “kaum ningrat rohani.” Mereka adalah orang-orang yang menyandang trah.

Trah itu bukan saja trah rohani, tetapi trah itu juga politis dan sosial. Yohanes menggambarkan Nikodemus seorang “pemimpin agama Yahudi,” artinya dia anggota Sanhedrin, kelompok terpilih yang terdiri 71 orang yang berfungsi sebagai kuasa pemerintahan tertinggi bangsa Yahudi di bawah penguasaan Roma. Selain itu, dia kaya, dan ini diperlihatkan oleh pemberiannya di kemudian hari yang dia sampaikan pada pemakaman Yesus.

Orang berprestise inilah yang mencari Yesus di malam hari. Terlalu sering kita menyalahkan seseorang bila secara diam-diam dan mencurigakan berjalan di kegelapan, seakan-akan dia malu untuk kelihatan bersama Yesus. Tetapi yang mengherankan ialah, dengan latar belakangnya, dia masih perlu datang juga. Hanya mukjizat kasih karunia yang memungkinkan Nikodemus mengatasi prasangka-prasangkanya, pendidikannya, dan pandangan kelompoknya demi untuk mendekati Yesus. Jangan pernah melupakan, lebih baik datang kepada Yesus di malam hari daripada tidak datang sama sekali.

Di sini kita menemukan seseorang yang mempunyai keyakinan dan keberanian. Dan Yesus yang dapat membaca hati orang menghormati sifat-sifat tersebut.

Bapa di surga, tolonglah saya hari ini untuk keluar dari bentukan dunia sekitar saya. Tolonglah saya memiliki keberanian Nikodemus supaya saya dapat menerima berkat Nikodemus.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan