KAUM FARISI ADALAH ORANG-ORANG BAIK.
TETAPI TIDAK CUKUP BAIK

"Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 5:20).

Inilah salah satu pernyataan Yesus paling mengejutkan, pastinya membuat terperangah para murid dan pendengar yang lainnya. Bagaimanakah seseorang bisa memiliki kebenaran yang melebihi para ahli Taurat dan kaum Farisi? Di sini kita perlu membiarkan Yesus berbicara dan tidak mencoba menubrukkan Dia kepada Paulus. Keprihatinan-Nya bukanlah bahwa para pengikut-Nya memerlukan kebenaran-Nya atau kebenaran melalui iman, sehingga bisa lebih superior daripada kaum Farisi. Sebaliknya, Dia secara tajam dan jelas mengatakan agar “hidup keagamaanmu” (saya dan Anda) harus lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Tapi bagaimanakah caranya? Para ahli Taurat adalah suatu kelompok berkelas yang menghabiskan semua waktu mereka mengajarkan dan menguraikan hukum Allah. Mereka secara luar biasa berdedikasi kepada Firman Allah. Dan orang-orang Farisi bukan saja sekadar orang-orang baik-mereka adalah orang-orang yang terbaik. Mereka adalah golongan terpilih dari sekitar 6.000 orang yang telah sepenuhnya mendedikasikan kehidupan mereka untuk mengusahakan kedatangan Kristus melalui kehidupan tanpa dosa.

Siapakah yang bisa lebih benar daripada seorang Farisi? Lihatlah mereka. Pertama, mereka pencinta dan pelindung Alkitab sebagai Firman Allah. Mereka mengembangkan tradisi oral yang sangat berpengaruh untuk memelihara arti yang benar Kitab Suci.

Kedua, orang-orang Farisi sepenuhnya mengabdi kepada hukum Allah. Mereka mencintainya sepenuh hati. Pengabdian mereka untuk memeliharanya mengilhamkan mereka memformulasi ribuan pedoman sehingga mereka bahkan sampai mendekati hal-hal yang jahat. Dengan demikian, mereka memiliki sekitar 1.512 peraturan lisan mengenai bagaimana memelihara Sabat. Hukum-hukum seperti itu menyentuh setiap aspek kehidupan mereka.

Di luar kualitas-kualitas itu, orang-orang Farisi diisi semangat misionaris dan penginjilan, dan mereka adalah “umat advent” yang baik. Yaitu, mereka menunggu kedatangan Mesias dengan penuh pengharapan. Banyak dari mereka percaya bahwa Mesias (Kristus) akan datang jika Torah (hukum) dipelihara secara sempurna sehari-hari.

Orang-orang Farisi itu seperti beberapa dari kita anggota-anggota gereja. Mereka percaya semua hal yang benar dan ingin berbuat baik.

Tetapi di sinilah letak tragedinya: Mereka tidak memenuhi persyaratan kerajaan. Kita harus memeriksa diri agar kita tidak menjadi seperti orang-orang Farisi yang dulu itu. Kemungkinan mereka adalah orang-orang terbaik di dalam gereja-tetapi bagaimanapun mereka tidaklah cukup baik.

Yesus membuat para pendengarnya terperangah ketika Dia menyatakan kan bahwa hidup keagamaan mereka harus melebihi kehidupan beragama para pakar rohani yang sekarang. Bagaimana?

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan