Baptisan Yesus

"Sesudah dibaptis. Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya? (Matius 3:16).

Ada dua alasan utama mengapa di Yordan Yesus menyerahkan diri-Nya untuk dibaptis. Yang pertama adalah keinginan-Nya sebagai kepala dalam ras kita (Adam kita yang lebih baik) untuk mewakili orang-orang berdosa yang bertobat kepada Allah. Kemudian di Getsemani Dia menyelimuti diri-Nya dengan dosa-dosa kita dan secara harfiah menjadi kutuk. Tetapi pengakuan, pertobatan, dan baptisan yang Dia ikuti di Yordan dilakukan secara simbolis. Yesus tidak berdosa, dan karena itu Ia tidak membutuhkan pertobatan.

Inspirasi mencatat: “Kristus menghormati upacara baptisan dengan mengikuti ritual ini Dalam tindakan ini Dia memperkenalkan diri-Nya kepada umat-Nya sebagai wakil dan kepala mereka. Sebagai pengganti mereka. Dia mengambil untuk-Nya dosa-dosa mereka... mengambil langkah-langkah yang perlu diambil oleh orang-orang berdosa, dan melakukan pekerjaan yang orang berdosa harus lakukan” (Review and Herald, 21 Januari 1873).

Alasan kedua untuk baptisan-Nya adalah keinginan-Nya untuk memberikan teladan yang jelas untuk kita ikuti. Seperti yang diingatkan oleh Roma 6:3,4 kepada kita, bahwa kematian, penguburan, dan kebangkitan yang kita peringati melalui baptisan. Seperti Dia secara harfiah mati dan dikuburkan dan dibangkitkan, demikian juga kita harus mati untuk dosa dan bangkit untuk hidup yang baru. Semua bentuk lain dari baptisan gagal memperingati pengorbanan Kristus secara memadai. Tidak ada bentuk baptisan yang lain, tidak peduli seberapa tulus hal itu dilakukan, sepenuhnya hanya penurutan kepada teladan-Nya yang jelas.

Ada kesan bahwa tindakan baptisan juga merupakan simbol bagi kita, tetapi alasannya tidak—Kita bersalah! Kita membutuhkan pertobatan dan mengubah orientasi rohani yang diekspresikan oleh baptisan. Tidak seperti Adam Kedua kita, kita memiliki keadaan sebelum bertobat yang baptisan nyatakan batal dan tak berlaku.

Adam yang kedua telah menunjukkan kepada kita jalan. Hanya dengan dicelupkan, seperti sida-sida yang Diaken Filipus bawa “turun ke dalam air” (Kis 8:38) kita secara akurat mengikuti teladan Adam kita yang lebih baik dan menyatakan kepada keluarga dan sahabat-sahabat kita bahwa kita telah menyerahkan sepenuhnya hidup kita kepada Tuhan.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan