Adam Kita yang Setia

"Lagipula bukan Adam yang tergoda, ,melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa" (1 Timotius 2:14).

Kesalahan pertama Hawa adalah mengabaikan petunjuk Allah untuk tetap berada di sisi suaminya. Kesalahan kritis Adam adalah meragukan kesanggupan Allah, baik untuk menindak kesalahan Hawa maupun memelihara kebahagiaan yang dia ketahui. Pelanggaran Hawa memulai sebuah rantai peristiwa yang menyedihkan. Tetapi kesalahan Adam memeteraikan kesepakatan yang menetapkan kejatuhan kita ke dalam dosa dan konsekuensinya.

Renungan Pagi dapat anda download di google playstore anda atau Kik [disini]

Adam adalah penyebab utama karena Allah memberinya tanggung jawab utama. Dia terutama bertanggung jawab untuk mengatur semuanya. Hawa, manusia kedua yang diciptakan, pekerjaan terakhir dan mulia dari Allah yang memiliki kreativitas yang jenius, adalah dalam arti yang sebenarnya memiliki keistimewaan yang lebih tinggi. Hal ini karena Adam ditugaskan untuk memeliharanya: Untuk menjaganya dan melindunginya, untuk menyediakan kebutuhannya, untuk menjamin kesejahteraan dan keselamatannya. Tetapi dia gagal. Bukan karena ia ditipu, tetapi karena ia kurang percaya kepada kasih Bapa.

Namun, Adam kedua membalikkan hal ini. Sebaliknya, Dia percaya kepada Bapa sepenuhnya. Bahkan di kayu salib ketika iman-Nya tidak bisa melihat melampaui pintu gerbang kubur, ketika Dia menderita seorang diri dan “tidak ada yang menolong” (lihat Mzm. 107:12). Dia setia sampai mati.

Di sanalah kesetiaan-Nya bersinar cemerlang. Dia menderita bukan hanya karena sakit fisik penyaliban, tetapi juga segala penderitaan kehidupan yang paling intens—rasa sakit penolakan dari mereka yang dicintai dan para sahabat-Nya. Murid-Nya menyangkal Dia, dan bahkan yang lebih menghancurkan roh-Nya, Ia ditinggalkan oleh Bapa itu sendiri. Keyakinan-Nya membungkuk di bawah beban berat, tetapi tidak sampai patah; iman-Nya melemah, tetapi tidak sampai menyerah.

Anda dan saya hidup 2.000 tahun setelah kemenangan di Golgota. Tetapi ketegangan yang sama sehubungan dengan keyakinan dan keraguan, kepercayaan dan rasa takut, iman dan penurutan yang Yesus alami menerpa kita setiap hari. Kita bisa menang hanya karena kita bergantung kepada-Nya yang menjadi teladan untuk kita—Adam Kedua kita yang penuh kasih dan setia.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan