Allah Beserta Kita

"Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: 'Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki-tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku' (Ibrani 10:5).

Ada saat selama kehidupan Kristus ketika tubuh fisik-Nya, meskipun sempurna dalam kemanusiaannya, terlalu lemah untuk diisi oleh Tuhan. Pada saat seperti itu Keilahian terpancar melalui kemanusiaan, menyilaukan mereka yang ada di sekitar-Nya.

Hal itu terjadi ketika Dia menanggapi kecemasan orangtuanya pada waktu kunjungan ke bait suci (Luk. 2:41) ketika “pada wajah-Nya tampak sinar.... Keilahian sedang memancar dari kemanusiaan” (Alfa dan Omega, jld. 5, hlm.72). 

Hal itu teijadi ketika, di padang gurun pencobaan, Ia menolak pencobaan terakhir Setan dengan “ada tertulis” (Mat. 4:10). Hal itu terjadi ketika, Dia membersihkan bait suci, mereka “Ketika memandang kepada Kristus, mereka melihat Keilahian memancar dari jubah kemanusiaan” (ibid., hlm. 158). Hal itu terjadi ketika, Dia berdoa di Bukit Pemuliaan, “Keilahian dari dalam bercahaya melalui kemanusiaan, dan bertemu dengan kemuliaan yang datang dari atas” (ibid., jld. 6, hlm. 31). Hal itu terjadi ketika Ia berkata, “Lazarus marilah keluar” (Yoh. 11:43); wajah-Nya “diterangi oleh kemuliaan Allah,” dan orang-orang melihat “jaminan kuasa-Nya” (ibid., hlm. 154,155). Hal itu terjadi lagi ketika, didatangi oleh massa yang haus darah di Taman Getsemani (Yoh 18:1-5), “suatu terang Ilahi menerangi wajah Juruselamat, dan suatu rupa seperti burung merpati menaungi Dia.... Imam-imam, tua-tua, serdadu-serdadu, malahan Yudas pun, jatuh ke tanah seperti orang mati” (ibid., hlm. 335,336). Dan hal itu terjadi pada malam terakhir dalam hidup-Nya ketika Dia menjawab dengan tegas pertanyaan Kayafas mengenai Keilahian-Nya (Mat. 26:63,64). “Keilahian Kristus memancar melalui samaran kemanusiaan-Nya” (ibid., hlm. 347).

Manifestasi ini menekankan dengan cara yang dramatis koeksistensi Allah dan manusia dalam satu pribadi Adam kita yang kedua. Aspek utama penyelidikan ini adalah pengendalian diri yang menyelamatkan dari Allah yang di dalamnya Dia, meskipun sesekali merobek tirai kemanusiaan di mana Dia tinggal, tidak pernah campur tangan dalam perjuangan Juruselamat; Kristus yang Ilahi tidak pernah memberikan alasan kepada setan untuk mengeluh bahwa Yesus manusia mengambil keuntungan dari bantuan yang tidak tersedia untuk seluruh umat manusia yang sedang bergumul. Ini adalah pengorbanan yang tidak dapat dijelaskan dalam istilah manusia, merupakan tindakan kasih karunia yang tiada bandingnya sepanjang waktu, dan pemberian kasih yang melampaui segala pemahaman, tetapi diharuskan untuk dipercayai.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan