PROFIL KARAKTER KRISTEN YANG IDEAL

"Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain.... Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.... Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: ‘Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah'" (Lukas 6:17-20).

Lukas menulis Khotbah di Atas Bukit, dan menggambarkan banyak sekali orang berdesakan menghampiri Yesus untuk penyembuhan dan pemberkatan rohani. Dan di sini kita menemukan prinsip dasar kehidupan dan pelayanan-Nya. Yesus mengetahui bahwa melukai orang bukanlah sesuatu yang dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu, Dia tidak memisahkan yang fisik dan yang rohani. Pertama, Dia menyembuhkan tubuh mereka, kemudian Dia menyampaikan berkat rohani.

Dalam Ucapan Bahagia, Tuhan memberitahu para pengikut-Nya karakter Kristen yang ideal. Tidak seperti karunia-karunia Roh, di mana satu orang pergi kepada orang lain dan orang lain kepada yang lain lagi. Di sini setiap orang Kristen akan memiliki delapan jenis karakteristik. Jadi seorang pengikut Kristus tidaklah lemah lembut atau mumi di hatinya, tetapi yang lemah lembut dan murni dalam hati. Kedelapan karakteristik itu harus membentuk profil moral setiap orang Kristen. Karakteristik-karakteristik itu adalah sifat-sifat yang esensial para warga kerajaan.

Bagian kedua setiap ucapan indah itu menggambarkan delapan berkat yang Allah ingin limpahkan bagi umat-Nya. Seperti kerajaan itu, berkat-berkat itu sebagian adalah pengalaman sekarang dan sebagian pengalaman masa depan. Jadi, mereka yang dihibur oleh pekabaran Injil maka di dalam kehidupan sekarang akan menemukah penghiburan yang nanti jauh lebih banyak pada Kedatangan Kedua Kali. Perwujudan kerajaan akan membawa sepenuhnya yang kita sekarang rasakan daripada setiap berkat yang dijanjikan.

Memilah Ucapan Bahagia secara paling sederhana adalah dengan membagi ucapan-ucapan ini sebagaimana kedua loh batu hukum Allah. Jadi, kita dapat melihat keempat yang pertama sebagai bagian yang menggambarkan hubungan umat Kristen dengan Allah, sedangkan empat yang kedua memfokus pada sikap seseorang terhadap orang lain. Tidak seperti beberapa orang gereja, Yesus tidak pernah memisahkan hubungan sehat bersama Allah dari sebuah hubungan utuh bersama sesama.

Hal terakhir mengenai Ucapan Bahagia ini adalah, ucapan-ucapan ini bersifat progresif. Setiap karakteristik menjurus kepada yang berikut. Akibatnya, mereka yang mengenal kepapaan rohani akan berdukacita atas kenyataan itu, dalam prosesnya direndahkan, dibuat menjadi lapar akan kebenaran, dan setelah dipuaskan maka dikirim kembali ke komunitas mereka untuk berbelas kasihan dan mumi dalam hati.

Bantulah saya hari ini, ya Tuhan, agar sepenuhnya menghidupkan setiap karakteristik dalam Ucapan Bahagia. Saya merindukan berkat-Mu.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan