KUASA SALIB

“Sesudah itu Yusuf dari Arimatea-ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi-meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya” (Yohanes 19:38,39).

Bersama Yusuf dari Arimatea masuklah seorang pemain baru dalam kisah Injil ini. Walau mungkin saja dia seorang murid yang diam-diam sampai saat kayu salib itu, sekarang dia mempertaruhkan segala-galanya. Dia sama sekali tidak tahu-menahu bagaimana Pilatus yang tidak stabil akan menanggapi permohonannya untuk menyerahkan tubuh Seorang yang dihukum mati karena pengkhianatan. Sebaliknya, dia tahu dengan pasti bagaimana para pemimpin Yahudi akan bereaksi. Misalnya, dia dapat memastikan bahwa dia akan kehilangan kedudukannya di komunitas Yahudi dan keanggotaannya di Sanhedrin. Andai dia seorang miskin, dia kemungkinan akan membuka dirinya lebih cepat. Tetapi dia akan kehilangan banyak. Bagaimanapun, para pemimpin Yahudi telah setuju bahwa mereka yang menjadi pengikut Yesus harus dikeluarkan dari sinagog-dikucilkan dari jemaat (Yoh. 9:22).

Dan Yusuf bukan satu-satunya murid yang diam-diam yang melangkah ke depan pada saat kritis ini. Nikodemus, yang pertama kali kita temukan mendatangi Yesus di malam hari (Yoh. 3:1-5) dan kemudian waktu dia dengan ragu-ragu berbicara atas nama Yesus (Yoh. 7:50-52), sekarang dengan berani dia maju ke depan. Kepada Nikodemuslah Yesus mula-mula mengembangkan tema bahwa Dia akan ditinggikan dengan cara yang sama seperti Musa mengangkat ular di padang gurun agar setiap orang yang percaya kepada-Nya bisa memperoleh kehidupan kekal (Yoh. 3:14-16). Yesus kemudian menambahkan kepada pengajaran itu ketika Dia menjelaskan bahwa “apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” (Yoh. 12:32).

Dan sekarang nubuatan itu sedang digenapi. Semua murid Yesus kecuali Yohanes, kemungkinan bersembunyi karena ketakutan diketahui sebagai pengikut Yesus, tetapi kuasa menarik kayu salib telah membawa kedua anggota kaya raya Sanhedrin ke permukaan.

Yusuf dan Nikodemus bisa saja takut karena memiliki hubungan dengan Yesus ketika Dia masih hidup, tetapi kuasa kayu salib sudah bekerja untuk membuat para penakut menjadi pahlawan dan mereka yang ragu-ragu menjadi orang-orang yang bersedia menyatakan iman mereka di depan umum. Salib telah mengubah mereka. Kematian Yesus telah melakukan sesuatu bagi mereka yang ketika Dia hidup tidak pernah dicapai. Hati mereka remuk dalam kasih, mereka bersedia mempertaruhkan segala sesuatu bagi Dia yang telah mati untuk mereka.

Mereka telah menemukan bahwa tidak ada orang yang tetap bisa menjadi murid tersembunyi untuk waktu lama. Kesudahan rahasia itu akan membunuh pemuridan atau pemuridan itu akan membunuh kerahasiaan.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan