mereka terhadap pemimpin yang jauh kurang berpengalaman daripada Musa yang telah teruji dan terbukti. Tetapi dengan semua kekurangan ini meskipun demikian, ketika imam, pemelihara hukum rohani, dengan setia menurut kepada perintah Allah, menginjakkan kaki mereka ke Sungai Yordan, airnya terbelah membentuk dinding, dan mereka menyeberang dengan aman menuju Tanah Perjanjian (Yosua 3).

Dan di sini kembali Yesus tidak dapat disangkal lagi merupakan Musa yang lebih baik, Dia meninggalkan kita sebelum kita tiba di Kanaan surgawi, tetapi bukan kepada tangan yang lebih rendah. Dia menempatkan kita dalam pemeliharaan Penuntun yang setara dengan Dia—Roh Kudus. Dan Dialah yang kini memimpin kita Untuk melalui pergolakan dalam masyarakat kita yang sakit dan hina menuju sukacita di tanah yang berlimpah ruah.

Ketika kita masuk ke sana, Kristus sendiri menunggu untuk menyambut kita pulang. Kita akan melihat Dia di sana. Dia tidak akan menjadi seperti pemimpin Israel, kenangan yang suci. Dia akan menjadi Tuhan kemuliaan kita yang akan ada sampai selamanya; yang di hadapan-Nya, dan kepada-Nya kita akan menyanyikan nyanyian Musa dan Anak Domba dan bersukacita selama kekekalan seperti yang akan kita peroleh!

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan