PEKERJAAN ROH KUDUS

“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku” (Yohanes 15:26).

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:7, 8).

Sementara mereka menuju kayu salib pada malam terakhir mereka bersama Yesus, pikiran para murid kacau dan mereka dilanda duka. Dia tetap memberitahu mereka bahwa Dia akan segera meninggalkan mereka ke sebuah tempat ke mana mereka tidak dapat pergi. Tetapi setelah Dia tidak lagi bersama mereka, apakah yang harus mereka lakukan?

Di dalam kaitan itulah Yesus memberitahu bahwa Dia akan mengirimkan Roh Kudus untuk bersama mereka dan membimbing mereka dalam kehidupan dan pelayanan. Mereka mungkin tak mengerti besarnya pemberian Roh pada malam menakutkan hati itu, tapi setelah Pentakosta barulah mereka mengerti.

Dalam bagian hari ini, Yesus memberitahu kita empat hal tentang pekerjaan Roh Kudus. Pertama, Roh akan bersaksi tentang Yesus. Ini menarik. Dari ketiga anggota Keallahan, Roh paling sedikit kita ketahui. Mengapa? Karena sementara Yesus datang untuk memperlihatkan sifat dan karakter Allah, dan walau Roh telah menginspirasikan seluruh Perjanjian Baru untuk membantu kita mengenal Yesus, namun tak seorang pun memenuhi pengetahuan kita tentang Roh Kudus, anggota ketiga dari Trinitas. Akibatnya, beberapa tergoda untuk memikirkan-Nya kurang penting kalau dibandingkan Bapa dan Anak. Tetapi itu bukan ajaran Kitab Suci.

Kabar baiknya adalah pada malam terakhir bersama para murid, Yesus memberi kita sekilas peran Roh dalam kehidupan kita. Bukan saja Roh bersaksi mengenai Yesus dan membantu kita mengerti kehidupan dan ajaran-Nya, tetapi Dia juga meyakinkan kita bahwa kita berdosa. Fungsi itu mutlak merupakan inti rencana keselamatan, karena tanpa jelas menyadari dosa-dosa dan kekurangan-kekurangan kita, maka kita akan merasa tidak memerlukan Juruselamat. Paulus secara jelas menerangkan proses mengungkapkan dosa-dosa kita kepada Roh dengan menggunakan hukum Allah sebagai model ideal mengenai sifat-sifat dan perilaku yang Dia inginkan para pengikut-Nya perlihatkan di dalam kehidupan mereka (Rm. 7:7).

Pada sisi yang lain memberitahu dosa-dosa kita adalah fungsi Roh yang membimbing kita kepada Yesus agar memperoleh pengampunan dan sebuah pola kehidupan. Dan berhubungan erat kepada kedua fungsi itu adalah pendirian-Nya mengenai hukuman bagi mereka yang menolak Yesus.

Hari ini kita perlu bersyukur kepada Yesus karena pemberian Penolong ini kepada kita. Tanpa Roh, berjalan bersama Yesus akan mustahil. Roh Kudus adalah tenaga kekuatan di dalam penyelamatan kita.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan