TIDUR MELEWATI KRISIS

“Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: ‘Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.’... Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.... Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: ‘Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat’” (Matius 26:40-46).

Apakah dilakukan para murid ketika Yesus bergumul dalam penderitaan hebat itu? Tidur! Mereka adalah para pengikut-Nya yang paling dekat selama tiga tahun, dan masih saja mereka rupanya tidak sedikit pun tahu apa yang sedang terjadi atau apa yang sedang dialami Tuhan mereka.

Tetapi Yesus memilih Petrus dan Zebedeus bersaudara untuk mendampingi-Nya pada malam amat penting itu, karena Dia sangat memerlukan mereka. Seperti manusia-manusia lain, Yesus menghendaki pertemanan manusia dan dukungan di saat-saat penuh tekanan. Tetapi yang mereka lakukan selama pergumulan-Nya hanya tidur. Yesus sungguh-sungguh sendirian.

Tetapi hanya beberapa saat yang pendek, sebelumnya murid-murid itu memprotes bahwa mereka akan mati untuk-Nya. Dan sekarang, yang dapat mereka lakukan hanyalah tidur.

Mereka telah mengecewakan Tuhan mereka pada saat Dia paling membutuhkan mereka. Tetapi Dia mengerti. Tekanan dan ketegangan dalam beberapa hari terakhir telah menguras tenaga dan daya tahan mereka. Mereka sungguh lelah. Dan pada saat itulah kita temukan kebesaran hati Yesus. Bahkan di dalam krisis kehidupan-Nya, Dia menyadari bahwa di dalam hati mereka bersungguh-sungguh, bahkan jika mereka menyerah kepada tuntutan dan godaan ragawi mereka.

Yesus mengampuni mereka. Tetapi betapa besar berkat yang lewat dari mereka! Mereka membutuhkan kekuatan yang bisa saja diperoleh melalui doa. Tetapi yang dapat mereka lakukan adalah tidur.

Namun tidur itu tidak menghentikan roda-roda sejarah. Mereka telah kehilangan peluang terakhir mereka untuk mendukung Tuhan mereka dalam keberadaan-Nya di dunia. Yesus yang sedang berdoa itu bergerak menuju kayu salib. Dan para murid yang tidak berdoa dan tidur saja akan bergegas masuk ke dalam masa depan tanpa persiapan. Semua akan segera meninggalkan Dia, dan Petrus akan menyangkal-Nya. Semua telah tidur sepanjang saat peluang mereka.

Murid-murid yang tidur masih ada bersama kita di zaman sekarang. Roh kita kemungkinan bersedia tetapi terlalu sering daging kita lemah. Tetapi sekarang di saat damai inilah peluang untuk menjadi kuat menghadapi krisis yang ada di depan kita. Hari ini adalah hari untuk bangun!
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan