PENGHARAPAN MENGHADAPI KEPUTUSASAAN

“Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yohanes 14:18-20).

Pada waktu ini, meskipun yang kurang tanggap sekalipun akan mengetahui bahwa sesuatu yang menakutkan akan terjadi kepada Yesus, dan sebagai akibatnya, kepada mereka. Bagaimanapun, kesejahteraan mereka terikat secara total kepada Yesus. Mereka sudah meninggalkan segala-galanya untuk Dia. Dan sekarang yang Dia bicarakan hanyalah topik-topik penuh firasat yang semata-mata menuju kepada kematian di atas kayu salib. Sesuatu seperti itu pandangan yang bukan mengenai Kemesiasan. Dan tentu saja bukanlah apa yang mereka mengerti mengenai “manfaat” meninggalkan segala-galanya untuk guru yang penuh karisma ini. Belum pernah, sejak mereka mengikuti Dia, keadaan kelihatan begitu suram dan tanpa harapan.

Dalam konteks tersebutlah Yesus mengatakan bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka sebagai anak yatim piatu. Dengan demikian Yesus sudah kembali lagi ke Yohanes 14:1 dengan “Janganlah gelisah hatimu.” “Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,” Dia menegaskan dalam ayat 2 dan 3. Tetapi kembalinya itu akan terjadi pada Kedatangan Kedua Kali-Nya di akhir zaman.

Namun, Yohanes 14:18 menghadirkan kedatangan yang jauh lebih dekat. Dalam waktu dekat, sementara dunia (mereka tidak peduli pada-Nya atau pesan-pesan-Nya) tidak akan melihat-Nya lagi karena kematian dan pemakaman-Nya. Tetapi, “kamu,” Dia beritahu murid-murid, “akan melihat Aku.” Dan mereka memang melihat Dia setelah kebangkitan-Nya. Akibatnya, mereka tidak akan menjadi yatim piatu pada dua tahap. Pertama, Dia akan melihat mereka lagi dalam waktu tiga hari di makam. Dan kedua, melalui karunia “Dia yang membantu” atau “Penasihat,” maka Dia akan berada bersama mereka ketika mereka menghadapi dunia tanpa kehadiran-Nya secara fisik.

Tetapi janji-Nya lebih baik daripada tidak ditinggalkan sebagai yatim piatu. “Sebab Aku hidup,” Dia janjikan kepada para pengikut-Nya, “dan kamupun akan hidup.” Salah satu nilai tertinggi dari Injil Yesus adalah bahwa Dia akan berbagi kemenangan-Nya atas maut dengan tiap-tiap pengikut-Nya.

Gambaran pemuridan ini penting bagi saya dalam perjalanan Kekristenan saya. Ada hari-hari saya merasa susah, tanpa harapan, dan sendirian. Itulah kabar buruknya. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa saya tidak merasakan sebagai yatim piatu. Saya mempunyai Bapa surgawi, Tuhan yang sudah bangkit, yang penuh kuasa membantu, dan jaminan kehidupan kekal. Mungkin saya akan tergoda hari ini untuk membiarkan keputusasaan menaklukkan saya. Tetapi yang saya perlukan adalah memandang kepada kenyataan yang saya miliki dalam Yesus.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan