ANUGERAH TERBESAR YESUS BAGI KITA

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu” (Yohanes 14:16,17).

Dengan bagian ini kita sudah tiba pada tema besar lain pada Injil keempat. Lebih daripada buku yang ada di dalam Alkitab, di dalam Injil Yohanes kita menemukan pengertian paling jelas dan rinci tentang pekerjaan Roh Kudus. Yesus akan kembali ke topik ini berulangkali pada pasal 15 dan 16 ketika Dia berusaha mempersiapkan para murid-Nya untuk memimpin gereja-Nya setelah kematian-Nya. Penekanan pada Roh akan mencapai puncak pada hari Pentakosta ketika para murid sepenuhnya diberi kuasa lebih untuk melaksanakan tugas membawa pekabaran Yesus ke seluruh pelosok bumi.

Karunia Roh Kudus benar-benar pusat kehidupan Kristen. Bukan saja umat Kristen yang sejati dilahirkan dari Roh (Yoh. 1:12; 3:3, 5), tetapi setiap tindakan kehidupan mereka dipimpin oleh apa yang Ellen White sebut pribadi ketiga “yang berasal dari Keallahan” (Evangelism, hlm. 617). Kita baca di dalam Alfa dan Omega, “Berkat yang dijanjikan ini, membawa segala berkat lain bersamanya” (jld. 6, hlm. 315). Bilamana Yesus mempersiapkan para murid-Nya untuk kepergian-Nya yang tidak lama lagi, maka bukan suatu kebetulan bahwa Dia berulangkali mengajar mereka mengenai karunia Roh. Itu keperluan terbesar mereka. Dan itu tetap keperluan terbesar para pengikut Anak Domba yang hidup di abad kedua puluh satu ini.

Di dalam Yohanes 14:16, Yesus tidak memberi janji Roh Kudus yang terpisah dari mereka. Di dalam ayat terdahulu Dia telah memberitahu para pengikut-Nya bahwa jika mereka benar-benar mengasihi Dia maka mereka akan menuruti perintah-perintah-Nya. Mengingat sifat dasar manusia yang penuh muslihat, maka perintah itu bukan tugas yang mudah. Sesungguhnya, manusia yang telah jatuh tidak bisa menuruti perintah-perintah itu dalam roh kasih tanpa bantuan Ilahi. Dengan demikian kata-kata Yesus yang berikut adalah janji mengenai “Penasihat yang lain.” “Penasihat” bukanlah terjemahan yang tepat mengartikan kata asalnya parakletos, yang secara harafiah berarti “seseorang yang dipanggil ke sisi/dari.” Terjemahan yang paling membantu adalah “Dia yang membantu.” Parakletos adalah seseorang yang dibawa ke rumah untuk membantu apabila seseorang membutuhkan bimbingan dan kekuatan dan pengarahan. Yesus telah melaksanakan fungsi-fungsi itu bagi para pengikut-Nya sampai sekarang. Tetapi kepergian-Nya sudah dekat. Jadi Dia menjanjikan mereka “Seorang lain yang membantu.”

Di sini kita harus berhenti sejenak agar secara sunguh-sunguh memikirkan keperluan kita sendiri. Terlalu mudah bagi kita untuk berasumsi bahwa kita dapat bertindak sendiri-bahwa kita bisa sukses dengan pengalaman Kristen kita melalui kehendak dan kekuatan kita sendiri. Tetapi dengan sudut pandang demikian, maka kita sama tertipu seperti para murid itu. Keperluan terbesar kita adalah parakletos yang berasal dari Keallahan.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan