Korban Pujian

Selain pengorbanan standar ada korban yang spesifik bagi individu khusus. Termasuk di antaranya korban untuk penderita kusta(Im 14:19, 20),untuk penyucian setelah melahirkan (Im. l2:6-8), untuk menjalankan sumpah orang yang bernazar (Bil. 6:13), dan untuk pengurapan imam (Kel. 29:15-35)
Kita semua akan belajar dengan baik, dari persembahan khusus ini, pelajaran untuk menanggapi dengan serius kejadian penting dalam kehidupan kita. Terlalu sering kita berpindah dari satu batas peristiwa ke batas yang lainnya tanpa rasa syukur atau bahkan mengakui makna mereka untuk masa depan kita. Terlalu sering kita gagal untuk mencatat peristiwa transisi kehidupan kita, untuk menandai kemenangan kita, untuk memperingati kebebasan kita dengan menegaskan kembali perjanjian kita dengan Allah.


Adalah pujian dan rasa syukur yang diungkapkan oleh orang yang Ia sembuhkan: Orang sakit kusta, orang buta, tuli, dan orang yang lumpuh oleh penyakit, baik fisik dan mental, yang membawa sukacita nyata kepada hati Yesus. Dia masih dalam usaha berkat dan nikmat dalam pelayanan pengorbanan dari mereka yang menanggapi rahmat-Nya dengan “sikap bersyukur” yang menjadi saluran kepada saksi hidup.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan