Kategori korban keempat adalah keselamatan atau korban ucapan syukur. Persembahan ini tidak dibuat untuk harapan membangun perdamaian dengan orang atau kelompok lain; korban ini merupakan ekspresi damai dan keselarasan dengan Allah. Korban keselamatan berbicara mengenai ucapan syukur untuk panen raya, bersyukur untuk kesehatan, dan berhasil menyelesaikan perjalanan. Korban keselamatan bukan meminta berkat atau kebaikan lainnya; mereka mengingatkan ucapan syukur atas apa yang sudah diberikan.








Sebagai orang Kristen kita akan terbang melalui kegelapan awan dan badai. Kita akan “berjalan melalui lembah kekelaman” (Mzm. 23:4). Hidup memiliki waktu dan musim ketika kita tidak merasakan sukacita atau kegembiraan emosional. Tetapi ketika badai berlalu dan kita melihat kembali pada jalan di mana Allah telah memimpin, kita diajak untuk bersyukur tidak hanya atas apa yang terjadi, tetapi juga atas apa yang tidak terjadi. Kita tidak perlu menunggu sampai awan diangkat atau jalan sampai bersih untuk bersyukur kepada-Nya. Kita harus percaya kepada-Nya ketika kita tidak dapat menemukan Dia, selalu bersyukur bukan hanya untuk berkat-berkat-Nya yang sudah diterima, tetapi juga untuk janji-Nya yang belum terpenuhi

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan