Penatalayan Anugerah

"Apabila: seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan ke atasnya” (Imamat 2:1).




Sementara korban bakaran menekankan pengurapan dan dedikasi, korban sajian menandakan penyerahan dan ketergantungan. Mereka yang mempersembahkan korban sajian mengakui kedaulatan Allah dan peran mereka sebagai penatalayan kewajiban sementara.


Pengingat penting yang kedua yang muncul berdasarkan kategori korban, kewajiban kita untuk meningkatkan dengan benar peluang yang Allah telah berikan kepada kita. Setiap gerakan hati yang benar, setiap dorongan moral, setiap percikan kekudusan, setiap pemikiran yang memperkaya kerohanian, setiap kecakapan fisik dan kapasitas mental kita adalah hasil dari karunia-Nya.


Ellen White menunjukkan poin yang terakhir ini paling mengesankan ketika ia menulis: “Matahari senja terbenam... hidup mungkin lebih lembut dan lebih menghasilkan buah daripada matahari pagi. Hidup mungkin terus meningkat dalam ukuran dan kecerahannya hingga dia meredup di balik perbukitan ufuk Barat" (Review and Herald, 6 April 1886).

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan