30 Desember

Dari yang Kelihatan tetapi Kosong kepada Sesuatu yang Tidak Kelihatan


"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal" (2 Korintus 4:18).

Semua yang kita lihat di dunia sekitar kita adalah sementara; yaitu pasti akan berlalu—tidak akan ada lagi. Semua yang dapat diketahui oleh alat indera kita, suatu hari nanti tidak akan ada lagi; penyakit "tidak akan ada lagi" dunia kita dan semua kesenangannya akan berakhir. Ada waktu di mana benda-benda yang kita lihat ini tidak akan ada lagi. Semua yang dapat dilihat oleh alat indera kita, tidak "selamanya” ada. Hanya sementara dan dibuang, semuanya itu, dalam bahasa kekekalan, terlihat tetapi kosong.

Tetapi berbeda dengan surga! Kita tidak melihat atau tahu tentang surga dengan alat indera kita. Surga tidak dapat kita lihat; itu tidak dapat kita sentuh dan rasakan, tetapi itu adalah janji, berbeda dengan semua yang dapat kita lihat di bumi, surga adalah kekal. Semuanya adalah kekal; tidak tersentuh atau “tidak ada” virus perusak.

Petrus, dalam menggambarkan kenyataan ini, menyatakan, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh dengan pengharapan untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu" (1 Petrus 1:3,4).

Karena janji tentang surga adalah kekal, semuanya merupakan "sesuatu." Artinya, semuanya adalah kekal. Tetapi masalahnya adalah bahwa hal itu sesuatu yang "tidak kelihatan.” Ini berarti bahwa proses keselamatan yaitu berbalik dari yang terlihat oleh dunia ini tetapi kosong kepada "sesuatu" yang tidak kelihatan yaitu dunia yang akan datang; dari hal nyata tetapi hanya sementara dalam kehidupan ini kepada hadiah kekal yang tidak kelihatan tetapi untuk selama-lamanya pada kehidupan yang akan datang. Dan ini adalah pekerjaan iman.

Generasi ini dikenal dengan generasi yang tidak ada iman. Kita terbiasa untuk percaya hanya pada bukti nyata—percaya pada sesuatu yang tidak kelihatan bukanlah pilihan dari ilmuwan dan "tatanan" teknologi. Tidak heran Yesus bertanya, "ketika Anak Manusia datang, apakah ada iman di bumi?" (Lukas 18:8). Jawabnya? Ya, Dia akan melakukannya! Bagaimanakah kita bisa tahu? Kita tahu karena Yohanes melihat 144.000 orang kudus yang hidup ditebus ketika Yesus kembali (Wahyu 14:3,4). Dan ia menggambarkan mereka sebagai orang yang "menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus" (ayat 12).

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan