KITA MEMPUNYAI SEORANG PEMBELA

"Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?... Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:31-37).

Sebagai umat Kristen, kita tidak pernah berdiri sendirian. Kita memiliki Sahabat di surga yang memastikan bahwa semua yang datang kepada-Nya akan diberi keselamatan kekal. Sebagian pekerjaan Kristus dalam Tempat Suci surgawi adalah menjadi Pembela yang menjamin keselamatan semua pengikut-Nya. Leon Morris mengacu ayat ini sebagai “nyanyian kemenangan umat Kristen.”

Tidak sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah karena kita memiliki Sahabat di surga. Barangkali lebih tepat untuk mengatakan Sahabat, karena Allah begitu mengasihi kita sehingga Dia memberikan Anak-Nya. Dan Allah yang membenarkan semua yang datang kepada-Nya melalui Kristus. Kalau begitu siapakah yang masih memberi hukuman? Paulus bertanya di dalam Roma 8:34. Jawabannya tegas. Yaitu Yesus Kristus. Dan itu adalah kabar baik.

Mengapa? Kata sang rasul, karena Kristus berada di pihak kita. Di sini kita harus ingat bahwa ketika Dia ada di bumi, Dia memberitahu kita bahwa “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak” (Yoh. 5:22). Dengan demikian, walau “kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus” (2 Kor. 5:10), umat Kristen (mereka yang memiliki hubungan iman terus-menerus dengan Allah melalui Yesus) secara mutlak tidak perlu merasa takut apa pun. Lagi-lagi, mengapa? Karena Dia (1) mati bagi mereka, (2) dibangkitkan dari antara orang mati, (3) sedang duduk di sebelah kanan Allah, dan (4) sekarang ini sedang membela umat-Nya dalam kedudukannya sebagai Imam Besar.

Berikut ini yang terbaik dari semua kabar baik. Kristus memberi nyawa-Nya untuk para pengikut-Nya. Hasilnya, “sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Rm. 8:1). Setelah mengambil hukuman mereka yang berada “di dalam Dia,” Dia tidak akan berbalik dan menjatuhkan hukuman kepada para pengikut-Nya karena dosa-dosa untuk mana Dia telah mati.

Sebaliknya, Yesus sekarang berada “di sebelah kanan Allah” di ruang takhta surgawi, di mana Dia membela kita sebagai Imam Besar kita.

Doktrin Alkitab tentang penghukuman adalah sebuah realita. Tetapi jika sang Hakim berada di pihak kita, maka tidak ada alasan kita akan dipersalahkan. Kita aman dalam Yesus. Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah kecuali keputusan kita sendiri untuk menolak Dia yang sekarang ini membela kita di Bait Allah di atas.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan