Pengadilan Selesai

"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawan ya Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu, itu Ia akan. membalas setiap orang menurut perbuatannya” (Matius 16:26,27).

Bilamana Kristus telah menyelesaikan pekerjaan Imam Besar-Nya dalam pengadilan di Tempat Suci surgawi, Dia kembali ke bumi memberi, upah bagi mereka, yang sudah menerima kasih karunia-Nya dan mau mengubah kehidupan mereka. Tentu saja, beberapa orang menghendaki imbalan yang lain. Tetapi kalau secara logis disimak dari rangkaian peristiwa-peristiwa, maka diperlukan jenis pengadilan sebelum Kedatangan Kedua Kali seperti dibentangkan dalam Daniel 7: Mula-mula pengadilan berlangsung dan kemudian disusul Kedatangan Kedua Kali dengan imbalan dan upahnya.

Pengadilan itu, tentu saja, bukan untuk informasi Allah. Sebaliknya, pengadilan itu karena orang-orang perlu diyakinkan bahwa Dia sedang melakukan hal yang benar dengan menyelamatkan beberapa tetapi tidak yang lain. Sifat terbuka dan peristiwa adalah sebabnya sampai Alkitab berbicara mengenai “kitab-kitab” yang mencatat kehidupan orang-orang. Apa yang telah mereka lakukan adalah hal penting sekali dalam pengadilan.

Di sini kita memiliki masalah. Paulus menjelaskan bahwa kita tidak dibenarkan atau dihitung benar oleh pekerjaan kita (Rm. 3:20), tetapi diselamatkan sepenuhnya dan keseluruhannya oleh kasih karunia (Ef. 2:8-10). Dan itu secara mutlak benar. Tetapi kasih karunia tidak sekadar mengampuni dan membenarkan-kasih karunia juga mengubah, menguasakan, dan menguduskan.

Dengan perkataan lain, jika Anda sudah dibenarkan oleh kasih karunia maka seluruh hidup Anda akan berubah. Anda tidak akan mampu seterusnya bersikap cara lama yaitu hanya memikirkan diri sendiri saja. Yesus membuat perbedaan bagaimana orang berperilaku dan berpikir. Orang yang diselamatkan akan hidup mengikuti prinsip, dan prinsip itu akan menentukan apa yang mereka “lakukan” dalam kehidupan.

Jadi, perbuatan kita menunjukkan apakah keselamatan ada dalam hati atau diri kita, ataukah sebaliknya. Menurut Yesus, hati dan kehidupan, keduanya akan diselidiki pada pengadilan terakhir. Bahkan Paulus mengajarkan hal tersebut ketika dia menulis bahwa Allah “akan membalas setiap orang menurut perbuatannya” (Rm. 2:6). Dan sebagaimana sudah kita lihat, Yesus memang suka “berbuat” yang besar semenjak awal pelayanan-Nya: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga”(Mat. 7:21).

Jadi pengadilan itu didasarkan bagaimana mereka yang mengaku umat Kristen telah menjalani kehidupan mereka. Dan apabila bukti sudah dibentangkan bagi semuanya dan melihatnya dalam pengadilan sebelum Kedatangan Kedua Kali itu, maka Yesus “akan datang... diiringi malaikat-malaikat-Nya” untuk “ membalas setiap orang menurut perbuatannya.” Sebuah prospek luar biasa bagi umat Allah. Itulah hari yang layak kita sambut.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan