Kisah Dua Kenaikan

Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (1 Tesalonika 4:15-18).

Dengan ayat 15-17, kita tiba pada salah satu gambaran paling mendalam arti kembalinya Yesus yang dicatat dalam Perjanjian Baru. Ketika kita membaca ayat-ayat ini, kita harus ingat bahwa tujuan Paulus adalah penggembalaan. Beberapa umat percaya menjadi bingung oleh kematian yang lain di dalam gereja, dan dia merespons dengan kata-kata penghiburan dan pengharapan.

Kita telah melihat dalam ayat 13 dan 14, bahwa sang rasul tidak ingin mereka tidak tahu tentang topik ini dan sebagaimana Yesus bangkit dari kubur demikian juga para pengikut-Nya. Nah, dalam ayat 15-17 Paulus menyatakan dengan jelas apa yang hanya dia isyaratkan dalam ayat 13.

Dan kata-katanya yang penuh pengharapan itu sudah pasti sangat menghibur umat percaya yang sedang dirundung kesedihan. Bagaimanapun, dalam ayat 15 dia membiarkan mereka tahu bahwa mereka yang telah mati dan sedang tidur dalam kubur mereka sama sekali tidak akan dilupakan pada Kedatangan Kedua Kali. Sebaliknya, mereka justru diperlukan menjadi yang pertama. Sang rasul menjelaskan bahwa yang hidup “sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.” Dia berusaha sebaik-baiknya untuk menekankan maksudnya dengan mengatakan tidak secara tegas. Yang paling tepat adalah “sekali-kali tidak” daripada hanya “tidak.” Dia menginginkan mereka benar-benar tenang tentang hal yang mengganggu pikiran mereka.

Dengan ayat 16, kita dapat merasakan keinginan yang makin kuat dalam diri Paulus ketika dia menggambarkan Kedatangan Kedua Kali. Tuhan bukan saja akan kembali dari surga, sebagaimana Dia sudah janjikan kepada para murid mula-mula-Nya (Kis. 1:11; Yoh. 14:1-3), tetapi Dia akan melakukannya dengan kemuliaan dan keramaian ketika sangkakala berbunyi dan penghulu malaikat berseru di saat Dia memanggil yang mati dari kubur mereka.

Tetapi bagi mereka yang hidup pada saat kembalinya Yesus, yang terbaik masih akan terjadi. Di ayat 17, Paulus tambahkan: “Kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.”

Janji yang luar biasa! Sebagaimana Yesus bangkit dari antara orang mati, begitu juga mereka yang percaya kepada-Nya! Dan sebagaimana Dia naik ke surga, begitu juga semua mereka yang telah menaruh percaya kepada-Nya! Mereka akan diangkat ke atas dalam awan-awan untuk menyongsong Dia di angkasa!

Ketika Paulus menyampaikan cerita ini, “pengharapan kita yang penuh bahagia” menjadi semakin baik.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan