KISAH UMAT PILIHAN (BAGIAN 5)
 ‘Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus" (1Korintus 10:3, 4).

‘Heaven Can Weight.” Itu adalah kepala berita yang cerdas yang dipilih Detroit News untuk satu kolom tentang agama dan kesehatan. "Heaven can weight"—tetapi berapa banyak, berapa lama? Pertanyaan untuk umat pilihan adalah: Apakah diet saya dan kesehatan saya merupakan permasalahan moral? Pertimbangkan kedua pernyataan Perjanjian Baru ini:
       1. Diet kita menyangkut panggilan Allah kepada kesucian, karena ‘Aku adalah bait kudus Allah." Paulus menegaskan: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,—dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu" (1 Kor. 6:19, 20). Tubuh jasmani kita dibeli dengan harga yang tak terhingga oleh tetesan terakhir darah Kristus yang menebus kita dari dosa dan kematian. “Karena itu saudara—saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
          2. Diet kita menyangkut panggilan Allah kepada kesediaan, karena
‘Akulah saksi Allah.” Itu menjelaskan diet "polong—polongan dan madu" yang Allah berikan bagi Yohanes Pembaptis. Bukan maksudnya agar berbeda secara unik tetapi untuk menyanggupkan dan memberdayakan kesaksian radikal umat pilihan di akhir zaman bagi Kristus. Sama seperti Yohanes, kita harus “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat" (Luk. 1:17). "Dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama kali, dia adalah perwakilan mereka yang menyiapkan suatu umat bagi kedatangan Tuhan kita yang kedua kali ....Semua yang akan sempurna kesuciannya dalam takut akan Allah harus mempelajari pelajaran pertarakan dan pengendalian diri... untuk alasan ini, pertarakan [diet/kesehatan] mendapati tempat dalam pekerjaan menyiapkan kedatangan Kristus yang kedua kali" (The Desire of Ages,hlm. 101). Itu memang benar—benar suatu permasalahan moral bukan? Doa berpuasa Yesus selama 40 hari siang dan malam cukup membuktikan bahwa untuk satu misi, maka kita tidak bisa membiarkan selera kita mendikte kehidupan kita dan mengalihkan fokus kita. Sebagaimana diketahui oleh setiap pelari maraton, jika Anda berada di dalamnya untuk hasil yang bertahan lama,·bagaimana Anda berlatih akan menentukan bagaimana Anda selesai. Dan ketika surga adalah garis akhirnya, bagaimana Anda berlatih adalah suatu permasalahan moral.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan