GENERASI YOHANES PEMBAPTIS (BAGIAN 4)

"Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan:"Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu(Lukas 3:3).

    Kami sedang berada di .Eropa mencoba menemukan Neuschwanstein,kastil dalam buku dongeng di Austria yang sangat ingin dilihat putri kami,Krissi. Kami berhenti di Innsbruck umtuk makam siang, kemudian melanjutkan parjalanam, menemukan jalan besar menakjubkan melalui desa pegunungan yang spektakuler. Kami akhirmya singgah di sebuah rumah kecil di lereng itu dan dalam Bahasa lnggris ‘pidgin” bertanya kepada keluarga itu bagaimana menemukan kastil tersebut. Setelah melihat peta, mereka menengadah kepada kami dan menggelengkan kepala, “Bukan, bukan—ini Italia, ini Italia!" Jadi kami mengambil belokan yang salah menuju ke jalan besar yang keliru pergi ke arah yang salah di negara yang salah. Betapa memalu-
kan! Tetapi itulah tepatnya arti dari apa yang disebut Yohanes Pembaptis "Bertobat!" Balikkan hidup Anda! Anda sedang menuju arah yang salah. Kristus berpaling ke Laodikia, gereja terakhir di bumi, dan berseru: "relakanlah hatimu dan bertobatlah (Why. 3:19). Jadi dari apakah umat pilihan bertobat? Beberapa dari kita malu dengan daftar pakaian kotor dan dosa yang harus dicuci. Yang lain bisa memikirkan satu hal, dam semakin jelas kita melihat kemurnian karakter-Nya, maka semakin jelas kita akan melihat betapa keterlaluannya kejahatan dosa itu, dan semakim kurang kita merasa ingin menimggikan diri kita sendiri. Akan terus ada keinginan jiwa untuk menjangkau Allah, suatu pengakuan dosa yang terus menerus, bersungguh-sungguh, memedihkan hati dan merendahkan hati di hadapan Dia. Pada setiap langkah maju dalam pengalaman Kristen kita, pertobatan kita akan semakin dalam" (The Acts of the Apostles, hlm. 561).
   Jika pertobatan bagi umat pilihan harus makin dalam seiring kita berjalan, maka bukankah kita harus melayangkan doa Daud, "Selidikilah aku, ya Allah,... Lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal" (Mzm. 139:23, 24)? Ban tidakkah seharusmya kita kemudian 'meminta untuk "memandang Anak Domba Allah yang menghapuskan" dosa-dosa yang-Ia perlihatan? Suatu hari saya marah kapada Karen dan menyerangnya dengan perkataan yang kejam dan menyayat. Dan-saya puas kalau saja dia membalas dengan perkataannya sendiri. Tetapi tidak dilakukannya. Dia justru menangis. Dan seketika itu juga saya mengetahui; dalamnya dosa yang telah saya timpakan padanya. Ban hati saya hancur menyadari balawa saya telah menyakiti hatinya., Meskipun begitu,bukankah menurut Anda bahwa jika kita bertelut di kaki salib cukup lama setiap hari, maka hati yang kita hancurkan akan menghancurkan hati kita juga?

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan