Sebuah Hadiah yang Didambakan

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan" (Matius 5:6)

Kebenaran Kristus diberikan hanya kepada mereka yang menginginkannya dengan keinginan luar biasa; mereka yang berjuang menginginkannya; mereka yang mencarinya diekspresikan seperti di dalam Mazmur 42.1: “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah." Seperti mereka yang lapar menginginkan makanan atau seseorang yang menginginkan hubungan kasih dari pasangannya.

Dan bagaimanakah hal ini bisa memberikan pengaruh di hati? Ketika bersekutu dengan Roh Kudus kita dibawa untuk melihat penyesatan karena dosa, ke kayaan yang bersifat sementara, ketenaran yang cepat berlalu, kebodohan dari tidak adanya pertarakan, singkatnya kehidupan, alam keabadian, dan yang terpenting dari semua, keindahan dari keselamatan; ketika “lenyap kesenangan dunia, dalam kemuliaan dan kasih karunia-Nya,” maka dengan rasa haus kita akan meminta, mencari, dan menemukan kasih Allah dan hadiah dari kebenaran-Nya.

Sekali kita mengalami pengalaman ini, kita tidak hanya akan lebih mengingini kebenaran-Nya, tetapi juga kapasitas kita untuk menerima kebenaran itu dalam ukuran lebih besar dan akan terus bertambah. Mengalami kebenaran -Nya adalah sebuah transaksi yang penuh semangat, penuh harapan, dan penuh dalam mengangkat jiwa. Pengaruhnya sangat berkuasa dan mudah menyebar sehingga kita tidak menginginkan hal lain lagi daripada bersatu dengan-Nya; tidak ada lagi yang lebih diinginkan daripada berada dalam lindungan-Nya, tempat naungan kita dari badai dosa—melalui ketidakberdosaan diri-Nya yang sempurna.

Perlindungan-Nya dilambangkan di dalam Alkitab dengan tongkat Harun (Kel. 28:4). pakaian Yosua (Za. 3:1-5), pakaian Ratu Ester (Ester 5:1-3), pakaian pesta perjamuan kawin (Mat. 22:11,12), jubah anak bungsu yang boros (Luk. 15:22), jubah putih yang diberikan pada Laodikia (Why. 3:18), jubah putih surga dari orang yang ditebus (Why. 7:9-15), dan di dalam permulaan dari kejatuhan kita, “pakaian dari kulit binatang” diberikan Allah sebagai ganti “cawat daun ara” yang dibuat oleh orangtua pertama kita (Kej. 3:21) adalah keperluan surga yang paling berharga yang ada di dalam rumah harta surga. Itu adalah kepunyaan kita untuk dirindukan, dituntut, dan dijaga.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan