Sebuah Hadiah Tersedia

"Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Pangillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga" (Matius 20:8-10).

Kita tahu mengapa kita membutuhkan kebenaran Kristus—yaitu karena kebenaran kita tidak akan pernah cukup; kita tahu bagaimana kita bisa mendapatkan kebenaran dari Kristus—itu adalah hadiah dari Kristus yang disediakan di dalam surat wasiat-Nya. Tetapi pertanyaan yang seringkali ditanyakan adalah, kapan kita menerima janji yang berharga tersebut? Jawabannya tersedia dalam kutipan berikut: “Ketika seorang berdosa percaya pada Kristus, Dia berdiri di hadapan Allah tanpa disalahkan; karena kebenaran Kristus adalah miliknya: Penurutan Kristus yang sempurna diperhitungkan kepadanya” (Fundamentals of Christian Education, hlm. 429).

Mengapa, bagaimana, dan kapan keselamatan terjadi, semuanya didemonstrasikan dalam pengalaman pencuri di kayu salib. Dia tidak punya waktu untuk melakukan perbuatan baik atau untuk mengabaikan kewajiban-kewajiban yang harus ia kerjakan. Sebelum dipaku di sana, dia seorang penjahat—pencuri dan perampok, membahayakan dirinya sendiri dan masyarakat. Tetapi ketika dikuasai oleh kasih Yesus, ia dengan tulus bertobat. Dia, saat itu juga, tanpa kemungkinan memiliki perbuatan baik, dinyatakan benar. Dia berada dalam perubahan langsung dari musuh menjadi teman, orang berdosa menjadi orang kudus, hilang menjadi ditemukan, dibenarkan bahkan dikuduskan oleh jubah kebenaran Kristus yang menyelamatkan.


Kabar buruknya adalah bahkan jika pengakuan tulus dalam keadaan sekarat, orang yang bertobat tersebut meninggalkan segudang pekerjaan baik yang tidak sempat dikerjakan, yang hanya dapat dicapai oleh orang yang bertobat lebih dahulu. Kabar baiknya, bagaimanapun juga, bahwa akan ada banyak di antara para tebusan yang "di akhir hidup" pertobatan mereka hanya menyisakan sedikit atau bahkan tidak ada kesempatan untuk melakukan perbuatan baik, tetapi keselamatannya sama penuh dengan jika mereka menyelesaikan itu. Hal ini karena, sebagaimana pelajaran dari "pekerja saat terakhir" dalam perumpamaan Matius 20:1-16 mengingatkan kita, bahwa bukan berapa lama atau berapa kuat kita bekerja untuk selamat, melainkan kemurnian dan kesempurnaan hidup Kristus sebagai pengganti atas nama kita.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan