Lebih daripada Ini

"Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya" (Filipi 2:13).

Kesucian yang "diperhitungkan.” yang diberikan pada saat kita berserah adalah yang menyelamatkan kita. Itu adalah perlindungan yang dimiliki oleh mereka yang tetap tinggal di dalam kristus, dan itulah yang membuat kita memenuhi syarat untuk hidup di dalam rumah Bapa. Tetapi Itu bukanlah satu -satunya bagian dari pemberian kebenaran Kristus. Orang berdosa yang bertobat menerima juga kesucian yang "ditanamkan” dari hari ke hari, penyucian jiwa harus terus-menerus berkembang.

kebenaran yang diperhitungkan membuat kita memenuhi syarat; kebenaran yang ditanamkan menjadi ukuran kita. Itulah yang dilihat manusia, itu bukti tabiat yang dinyatakan dalam perbuatan kita—kebiasaan kita sehari-hari.

Dalam pengertian ini, kebenaran yang ditanamkan adalah bukti lahiriah dari perubahan hati, kebenaran yang Kristus sediakan adalah "lebih dari penampilan luar" seperti yang dimaksudkan dalam kutipan yaitu: “Lebih daripada ini, Kristus mengubah liati itu.... Kemudian dengan Kristus yang bekerja di dalam dirimu, engkau akan menunjukkan roh yang sama serta melakukan pekerjaan yang baik— pekerjaan kebenaran, penurutan" (Kebahagiaan Sejati, hlm. 72).

Sayangnya, ada beberapa yang menekankan pembenaran oleh iman berdasarkan penurutan pasif; lebih menekankan pada pemberian kita yang berharga tapi melemahkan tujuan kita yang sebenarnya—kesucian tabiat. Tetapi sayangnya ini adalah ajaran salah dan sesat. Yesus menuntut penurutan yang tidak berkompromi. Pemberian jubah Kristus selalu melindungi kita dan, pada kenyataannya, tidak pernah gagal dalam menopang keinginan untuk mencapai kesempurnaan, yaitu patuh sepenuhnya pada kehendak Allah. “Terlebih lagi” hasil dari penyucian adalah tanda pertobatan yang pasti terjadi, bukti pasti bahwa kehidupan seseorang “dibungkus oleh jubah.”

Arthur G. Daniells, memberikan pencerahan melalui bukunya Christ Our Righteousness, menyatakan dengan jelas: “Pembenaran oleh iman adalah sebuah pengalaman, sebuah kenyataan. Itu melibatkan perubahan hidup sepenuhnya. Dia yang memasuki kehidupan baru telah mengalami perasaan sedih mendalam karena dosa dan benar-benar tulus, pengakuan tulus dan penolakan terhadap dosa. Bersama Tuhannya, dia dapat mengasihi kebenaran dan membenci dosa. Dan telah dibenarkan- diperhitungkan benar karena iman—dia telah merasakan damai bersama Tuhan.... Semuanya telah menjadi baru” (hlm. 75).

Yang penting di sini bahwa pembenaran oleh iman bukan hanya sebuah teori; itu merupakan kehidupan, pengalaman pekerjaan dari anak-anak Allah, dilindungi oleh jubah kesempurnaan-Nya, dan terus-menerus berkembang di dalam kasih karunia Roh kudus.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan