Hadiah Terbesar Kita
"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita" (Roma 8:37).

Ketetapan surat wasiat akan sangat meningkatkan harta milik dari ahli waris. Bagi orang yang berpendidikan tidak pantas mengambil keuntungan terhadap orang lain dengan mengharapkan kematian orang itu, akan tetapi suatu kepastian ketika kematian terjadi, terutama dari dermawan yang sudah tua, sering akan sangat membahagiakan, jika dijaga, diharapkan.

Yesus adalah Pewaris kita; Dia meninggalkan surat wasiat yang berharga bagi umat-Nya. Itu diucapkan beberapa jam sebelum kematian-Nya dan dicatat dalam Yohanes 14-17. Dia memperkenalkan surat wasiat-Nya melalui perkataan, baik dalam bahasa yang sedih dan juga indah, “Janganlah gelisah hatimu: Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu... supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”

Banyak dari ketetapan yang Dia janjikan kepada pengikut-Nya bersifat duniawi, bukan surgawi. Namun kita akan memiliki rumah surgawi. Kita ketahui dari 1 Korintus 2:9 bahwa di sana yaitu kekekalan “lebih banyak lagi,” kita akan menikmati keajaiban yang tak terkatakan, di dalam kemuliaan. Tetapi, ini bukanlah unsur utama dari surat wasiat-Nya. Penekanan utama dari surat wasiat-Nya adalah apa yang Dia rencanakan bagi umat-Nya yang sementara dalam penantian di dunia ini. Keuntungan dari ketetapan yang Dia katakan termasuk kedamaian:Nya (Yohanes 14:27), sukacita-Nya (Yohanes 15:11), pengganti-Nya, Roh Kudus (Yohanes 16:7-13), kuasa-Nya (ayat 26), kesatuan-Nya (Yohanes 17:21), dan ketentuan-Nya yang lain yang sangat penting—penyucian yang sempurna atau kekudusan-Nya (ayat 17-19).

Mengapa harus kebenaran Kristus? Sebagaimana yang dinyatakan oleh Kitab Suci,kita harus menjadi “lebih dari pemenang” (Roma 8:37) dalam peperangan dengan dosa. Adalah benar bahwa di dalam hidup setiap hari kita menang, kita bertumbuh, dan kita menguasai. Namun karena sifat dosa masih tinggal di dalam kita, karena apa yang kita kuasai adalah dorongan-dorongan jahat dari daging yang tidak suci yang ada di dalam kita, kita harus menjadi lebih dari pada pemenang—kita harus menjadi ahli waris.

Kebenaran kita seharga hidup Kristus sendiri. Kalau bukan karena kematian-Nya, surat wasiat-Nya akan tidak tersedia dan tidak dapat diperoleh lagi— hilang selamanya. Di Kalvari Dia menandatangani dengan darah-Nya sendiri pada surat wasiat-Nya, dan semua yang menerima adalah ahli waris kebahagiaan dari “kebenaran karena iman” (Roma 10:6).

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan