Bagaimana Kita Mendapatkan Jalan ini

"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku" (Mazmur 51:7).

Saya membayangkan hidup tanpa sesuatu yang negatif—tidak ada yang kotor, tidak ada yang menakutkan, tidak ada dosa—hidup dalam suasana kesehatan yang baik dan penuh kebahagiaan! Pikirkan betapa bahagianya ketika hal itu terjadi Dan inilah yang terjadi pada Adam dan Hawa. Mereka (sebelum berdosa) sepenuhnya bebas dari keinginan jahat, perbuatan jahat, dan rancangan jahat. Dalam pikiran dan karakter, mereka sepenuhnya murni; saran-saran yang membawa pada dosa, yaitu menyerah di dalamnya, adalah asing bagi keadaan mereka; mereka dicobai oleh rangsangan dari luar—bujukan yang asing bagi kodrat suci mereka. Tetapi ketika mereka berbuat dosa, keadaan mereka berubah; kejahatan tidak sekadar datang lalu pergi, tetapi tinggal dalam sistem mereka. Mereka rusak selamanya; sejak saat itu mulai ada desakan yang muncul dari dalam diri mereka.

advertisements

Tidak ada pemulihan secara alami dari dampak dosa yang merusak. Adam dan Hawa tidak dapat meraih lagi keadaan mereka yang tidak berdosa. Setan sudah menang. Dia telah berhasil membuat kerusakan yang mendatangkan malapetaka bagi makhluk ciptaan Tuhan yang kemurniannya tak bercela; makhluk yang diciptakan untuk menggantikan Setan dan malaikat-malaikatnya yang sudah jatuh (Lihat Alfa dan Omega, jld. 4, hlm. 188,189). Tetapi bukan hanya keadaan pasangan pertama saja yang dihancurkan, generasi-generasi selanjutnya juga demikian. Penyakit yang mereka bawa terhadap diri mereka sendiri adalah kemalangan yang kita warisi sejak lahir, dan ini adalah kondisi yang lebih daripada yang lain, tidak melayakkan kita untuk kerajaan surga. Ini adalah sifat daging kita yang tidak dapat diubah, ketidaksucian kita yang menggolongkan kita sebagai pendosa bahkan ketika kita tidak berbuat dosa!

Ellen White membantu merinci dilema ini yaitu: “Adalah mungkin bagi Adam, sebelum berdosa, membentuk tabiat yang benar melalui penurutan terhadap hukum Allah. Tetapi dia gagal..., dan oleh karena dosanya keadaan kitapun lemah sehingga kita tidak dapat membuat diri kita sendiri benar” (Kebahagiaan Sejati, hlm, 71).

Karena bahkan jika perbuatan kita yang baik mengalir dari bejana kotor (daging yang tidak suci); itu tidak akan pernah menjadi “faktor penyedia” keselamatan. Sebaik apa pun itu hanya menghasilkan pengorbanan yang kotor, kebenaran yang compang-camping dan ketaatan yang rusak. Inilah sebabnya mengapa kehidupan-Nya yang benar diperlukan dan itu disediakan-Nya dengan cuma-cuma. Rasul mengatakan bahwa: “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus“ (Roma 5:17).

Pakaian usang kita untuk kebenaran - Nya! Kekudusan kita yang tidak sempurna untuk kemurnian-Nya! Kesengsaraan kita untuk keagungan-Nya! Betapa suatu tawaran, betapa suatu berkat! Betapa Allah yang ajaib!

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan