SEBUAH PERNYATAAN REVOLUSIONER

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Matius 1 :21).

Di sini ada pernyataan revolusioner misi Mesias. Matius dengan tegas menyatakan Yesus sejak ayat pertama Injilnya sebagai Mesias dan Putra Daud. Dalam pikiran orang Yahudi, kedua gelar mengandung nada-nada politis. Keduanya menyatu dalam visi seorang raja duniawi. Daud raja termasyhur, pejuang yang banyak menaklukkan musuh-musuhnya, dan umat Yahudi abad pertama mengharapkan Mesias-Raja mereka melaksanakan program yang sama. Mesias atau Kristus harus sebagai penyelamat nasional.

Misalnya dalam Nyanyian Salomo (ditulis pada periode antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), Putra Daud yang diurapi adalah seorang raja yang akan muncul dari antara rakyat untuk membebaskan Israel dari musuh-musuhnya. Raja yang seperti Daud ini akan diberkati dengan karunia-karunia supraalami: “Dengan tongkat besi dia akan mematahkan berkeping-keping semua substansi mereka, Dia akan memusnahkan bangsa-bangsa tak bertuhan dengan firman dari mulutnya.”

Sejarah Israel telah mengalami tiga kali perhambaan besar: Oleh bangsa Mesir, bangsa Babel, dan sekarang bangsa Romawi. Kedua yang pertama ada solusi politik, dan umat Yahudi mengharapkan yang sama untuk yang ketiga. Bagi umat Yahudi abad pertama, seorang Mesias setidaknya membebaskan bangsa secara politis. Harapan mesianik umat Yahudi terletak pada seorang raja dari garis keturunan Daud yang akan memerdekakan mereka dari penindas.

Dengan pengertian ini kita perlu memandang Matius 1:21 sebagai tulisan penting dan revolusioner. Dengan satu kalimat yang terilhami, Matius membalikkan seluruh konsep Yahudi mengenai Mesias. Dia menegaskan bahwa Kristus tidak menyelamatkan bangsa-Nya dari tuan-tuan Romawi mereka, tetapi dari dosa mereka.

Kenyataan bahwa Yesus, sebagai Putra Daud yang diurapi, tidak akan membebaskan orang dari musuh-musuh mereka dan merupakan kekecewaan bagi umat Yahudi di zaman Kristus, termasuk para murid. Salah satu tugas Yesus yang paling sulit adalah mengajar kepada suatu bangsa, yang lebih menyukai model raja yang menaklukkan, sifat sesungguhnya dari kera-jaan Raja Mesias.

Jika kita memandang ke dalam hati kita, maka kemungkinan kita akan menemukan bahwa kita banyak sekali kemiripannya dengan umat Yahudi itu. Jauh lebih menyenangkan menghempaskan musuh ("Hajar mereka, Tuhan; berikan mereka apa yang patut mereka peroleh.") daripada mencampakkan keburukan-keburukan yang paling kita suka lakukan, yang begitu menggoda dan memperdayakan. Tetapi pernyataan dalam Matius 1:21 adalah bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan saya dari dosa-dosa saya.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan