TAHUN-TAHUN YANG HENING

"Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya" (Lukas 2:40).

Kita maju ke depan 12 tahun berikutnya. Ayat 39 menceritakan Yesus muda kembali dari Mesir (setelah menetap tidak lama) ke Nazaret bersama keluarga-Nya. Dan ayat 41 menceritakan Dia pada usia 12 tahun pergi ke Yerusalem untuk Bar Mitzvah-Nya. Ayat hari ini memberi kita ringkasan sepenuhnya pengetahuan Alkitabiah mengenai tahun-tahun di antaranya.

Kemudian, ayat 41-51 menggambarkan perjalanan-Nya ke Yerusalem, ditutup dengan pengamatan bahwa Dia kembali bersama orangtua-Nya ke Nazaret dan "tetap hidup dalam asuhan mereka” (ayat 51). Ayat 52 menambahkan, “Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." Dengan demikian, setelah peristiwa-peristiwa seputar kisah kelahiran-Nya dan sekilas gambar perjalanan-Nya ke Yerusalem pada usia 12, maka kita hanya punya tiga ayat tentang tiga puluh tahun pertama dari Orang yang paling penting dalam sejarah dunia. Yang kita dengar hanya keheningan-hampir membisu sepenuhnya.

Apa lagi yang akan saya berikan untuk melengkapi gambaran itu! Pikirkan saja jika saya menemukan lima halaman naskah atau satu "foto" saja dari tahun-tahun yang membisu itu. Saya serta merta akan jadi kaya. Tetapi Allah dalam kearifan-Nya hanya memberitahu kita bahwa Yesus wajar-wajar saja dalam pola pertumbuhan-Nya. Selain itu, kita tidak menemukan apa-apa.

Tetapi tidak semua orang bahagia dengan keheningan itu. Akibatnya, mulai dari abad kedua dan seterusnya kita menemukan beberapa Injil kelahiran dan masa kanak-kanak yang mengisi tempat-tempat kosong itu. Misalnya, Injil Masa Kanak-kanak karya Thomas, menggambarkan Yesus yang berusia 5 tahun membentuk burung pipit dari tanah liat lembut. Itu baik-baik saja bagi para tetangga, tetapi hari itu hari Sabat. Akibatnya, beberapa orang Yahudi mengeluh kepada Yusuf. Lalu Yusuf pun menegur Yesus yang "menepuk ke-dua tangan-Nya dan berseru kepada burung-burung pipit itu: ‘Pergilah!' Dan burung-burung pipit itu terbang sambil berciut." Orang-orang Yahudi, sebagaimana kita dapat perkirakan, "terheran-heran." Kisah-kisah lain menggambarkan Yesus muda menyembuhkan yang terluka, membangkitkan orang mati, mengutuk musuh-musuh-Nya agar mereka mati, dan sebagainya. Pandangan-pandangan sekilas ke dalam tahun-tahun perkembangan-Nya sangat populer selama beberapa abad, begitu sangat populernya sehingga kisah tentang burung-burung pipit tanah liat itu masuk ke dalam AlQuran di abad ketujuh. 

Betapa besar perbedaan yang kita temukan dalam Injil-Injil yang diilhami, yang menghadirkan Yesus sebagai seseorang yang kita sendiri dan diri anak-anak kita dapat ketahui. Ia taat kepada orangtuanya dan bertumbuh secara mental, fisik, spiritual, sosial, dan fasih dalam tutur kata tatkala Dia tinggal di Nazaret dan bekerja bersama Yusuf di tempat kerja tukang kayu. Ia sepenuhnya seperti kita.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan