AWAL DARI AKHIR

Kata Yesus: ‘Angkat batu itu!’Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: ‘Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.’... berserulah Ia dengan suara keras: ‘Lazarus, marilah ke luar!’ Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: ‘Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi’” (Yohanes 11:39-44).

Di sini kita menemukan salah satu saat-saat paling dramatis dalam kehidupan Yesus dan mukjizat terbesar-Nya. Dua orang lain yang menurut Injil, sudah Dia bangkitkan, meninggal belum lama. Tetapi ada seseorang yang sudah mati empat hari, dan hal itu menjadi masalah di musim panas Palestina di mana pembusukan merambah dengan sangat cepatnya.

Ada sesuatu lain yang penting mengenai kisah ini. Ketika Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus di Markus 5, Dia memerintahkan semua orang ke luar ruangan itu. Dan setelah peristiwa itu, Dia memberitahu mereka agar tidak menceritakannya kepada siapa pun. Tetapi sekarang Dia bertindak di depan orang banyak, menunjukkan reputasiNya ketika Dia berseru kepada Lazarus agar ke luar.

Dan dia ke luar! Sudah pasti ketika itu tentu saja saat yang membuat jantung semua orang terhenti sewaktu mereka menyaksikan sosok yang dibalut kain itu tertatih-tatih ke luar dari makam.

Ketika Yesus melakukan mukjizat ini, tidak diragukan Dia juga memikirkan kematian dan kebangkitan-Nya yang akan datang. Membangkitkan Lazarus adalah suatu pendahuluan pengalaman-Nya sendiri. Tetapi ada perbedaan. Lazarus dibangkitkan kembali keberadaannya di bumi, tetapi Yesus dibangkitkan ke pelayanan surgawi. Bilamana Lazarus akan meninggal lagi, namun Yesus akan hidup selama-lamanya.

Kebangkitan Lazarus yang terjadi di tempat umum menjurus kepada kejadian-kejadian terakhir kehidupan Yesus di bumi. Murid-murid-Nya mengingatkan Dia agar tidak kembali ke Yudea karena para pemimpin Yahudi sedang mencari alasan membunuh-Nya (Yoh. 11:8). Dan sekarang Dia memberikan mereka alasan tersebut. “Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia” (ayat 53). Menariknya, mereka juga mengikutsertakan Lazarus dalam daftar orang yang harus dibunuh karena banyak orang Yahudi “percaya kepada Yesus” sebagai hasil kebangkitan lelaki itu (Yoh. 12:10,11).

Mukjizat yang paling besar ini terjadi di Betani, hanya beberapa mil dari Yerusalem. Segera Yesus akan masuk untuk terakhir kali ke dalam kota besar itu sewaktu orang banyak berbondong-bondong ke dalam kota itu menghadiri Pesta Paskah. Dan mengikuti masuk-Nya ke dalam kota, tibalah kejadian-kejadian yang merupakan puncak kehidupan-Nya.

Mukjizat Lazarus menunjukkan kuasa Yesus pemberi kehidupan. Kuasa ini membentuk dasar kabar baik bahwa Dia datang dari surga untuk berbagi dengan kita.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan