BATAS-BATAS PENGAMPUNAN (masih bagian 2 lagi)

'Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo,,sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (Matius 18:31-35).


Adegan ketiga membawa jawaban Yesus kepada Petrus mengenai batas-batas pengampunan ke titik klimaks. Nasihat kisah ini: kita harus persis sama mengampuni orang lain sebagaimana Allah mengampuni kita (ayat 33). Pelajaran yang sama muncul dalam Khotbah di atas Bukit, di mana Yesus berkata, “Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Mat. 6:15).

Banyak mencoba menghaluskan perumpamaan ini atau menerangkan mengapa perbedaan yang tajam tampaknya tidak mungkin benar. Tetapi justru kontras itulah yang membantu kita mengerti bahwa bukan saja saya membagikan belas kasihan Allah kepada orang lain, namun juga agar belas kasihan itu Dia harapkan berdiam di dalam diri kita sebagai umat Kristen.

Utang 10.000 talenta itu hampir tak dapat dipercaya besarnya. Satu talenta sama dengan 6.000 dinar. Dengan demikian utang adalah pendapatan 60.000.000 hari kerja. Kita bisa melunaskan utang 100 dinar dengan bekerja 100 hari, tetapi akan makan waktu lebih 164.383 tahun untuk menghapus 10.000 talenta itu jika kita bekerja tujuh hari seminggu.

Selain itu, kita bisa membawa utang 100 dinar di dalam satu kantong. Tetapi utang 10.000 talenta itu membutuhkan 8.600 kuli pikul, masing-masing memikul kantong uang logam seberat 60 kg, dan antre sepanjang lima mil jika mereka terpisah hampir satu meter dari satu sama lain..

William Barclay menyimpulkan arti kontras itu dengan baik waktu dia menulis bahwa “masalahnya ialah tidak ada sesuatu pun yang manusia dapat lakukan dengan cara apa pun dibanding dengan apa yang telah kita lakukan kepada Allah; dan jika Allah telah-mengampuni dan menghapus utang kita kepada-Nya, kita harus mengampuni sesama kita dan menghapus utang-utang mereka kepada kita. Tidak ada satu pun dari apa yang harus kita ampuni sedikit pun atau sejauh mana pun sebanding dengan pengampunan yang telah diberikan kepada kita.”

Jadi Petrus telah mendapat jawaban terhadap pertanyaannya mengenai batas-batas pengampunan. Bagi dia dan kita sekarang, jawabannya bukan pada menghitung atau dalam upaya memperbaiki dengan sungguh, tetapi lebih tepat dalam mengangkat kepala Anda ke arah salib dan memandang Kristus yang membayar utang Anda agar Anda bebas menjalani kehidupan Anda.

Bantulah saya. Tuhan, untuk memilki hati-Mu dan kasih-Mu sementara saya berurusan dengan orang lain hari ini.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan