Hadiah

"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Lukas 2:10, 11).

Kita tidak memahami misteri bagaimana Dia, Tuhan semesta alam, menjadi zigot dalam rahim Maria, kemudian menghabiskan waktu bertumbuh secara normal terselip dalam posisi janin, lalu sistem organ berkembang, mendengarkan Maria berdoa, bernyanyi, dan berdiskusi. Oh, ada banyak diskusi. Menjadi hamil di luar nikah merupakan stres besar saat itu. Kemudian untuk menjadi istri saja menambahkan lebih banyak stres. Belajar hidup sebagai istri Yusuf—ya, pasti ada banyak diskusi. Lalu, ketika saatnya tiba, dia mengendarai keledai setidaknya 80 mil, terguncang-guncang di sepanjang jalan berbatu menuju Betlehem. Saat mereka tiba, mereka tidak menemukan kamar di penginapan. Maria kelelahan. Apakah yang harus dilakukan? Bayi itu akan lahir. Kemudian kandang hewan itu menjadi tempatnya.

Melahirkan bayi jarang berjalan mulus. Itulah mengapa melahirkan itu disebut bekerja. Ini adalah kerja keras, dan menyakitkan juga. Tapi dengan seluruh alam semesta yang berfokus pada pemberian ini, saya suka berpikir bahwa pasti malaikat pelatih khusus telah hadir. Mungkin mereka melangkah untuk membantu. Menekan pada rahim di sini, membimbing kepala bayi di sana, mengatur keluarnya oksitosin untuk memperkuat, kontraksi. Okey saja untuk mencari tahu, bukan? Ketika Yusuf kembali membawa air, Maria dan Yesus sama-sama siap untuk dibersihkan. Setelah mencuci dengan air, kemudian pijitan ringan dengan garam diikuti membungkus dengan kain lampin dan meletakkan-Nya di palungan.

Sementara itu di padang rumput, gembala menggembalakan domba-domba mereka di bawah bintang-bintang. Tiba-tiba kegelapan itu menjadi lebih terang daripada sinar ribuan lampu sorot. Sesosok malaikat ada di depan mereka, kemuliaan Tuhan ada di sekitar mereka. Mereka sangat ketakutan. Saya juga akan demikian. Tetapi dengarlah. “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.” Oh malaikat, engkau berbicara kepada saya pagi Natal ini? Sukacita besar bagi semua orang? Oh, saya mendengar. Kemudian cahaya bertambah lebih cemerlang sementara paduan suara malaikat bernyanyi. Betapa satu konser kabar baik.

Yesus, Tuhanku, terima kasih atas karunia kehidupan, pelayanan, dan pengor-banan-Mu. Dengan rendah hati saya menerima anugerah-Mu.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan