Allah yang Datang Mencari

"Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman” (Kejadian 3:8).

Hukum sebab dan akibat menekankan bahwa untuk setiap tindakan ada konsekuensinya. Hal ini berlaku baik dalam moral maupun dunia fisik Tidak ada energi yang dikeluarkan dengan sia-sia; setiap tindakan menghasilkan reaksi. Ini memberikan jawaban untuk pertanyaan tua “Apakah pohon yang tumbang di hutan, di mana tidak ada telinga yang mendengar, menghasilkan suara?” Pohon itu menghasilkan semua efek yang membuat suara. Mungkin tidak ada telinga yang mendengar, mungkin tidak ada mata yang melihat, tetapi ketika pohon itu tumbang di antara pohon yang lain dan menghantam bumi, dia menghasilkan semua energi berupa suara. Kenyataan bahwa tidak ada mata yang melihat dia tumbang dengan cepat dan tidak ada telinga yang terkena dampak suara yang dihasilkannya tidak meniadakan fakta bahwa hal itu berlangsung dengan semua konsekuensi alam.

Dalam alam moral serta kerohanian hukum sebab dan akibat yang kuat tak terhindarkan. Untuk setiap aksi ada reaksi. Alam tidak menjalankan konsekuensi netral—“kutukan, tanpa sebab, tidak akan datang” dan kita selalu “menuai apa yang kita tabur.”

Di taman pasangan pertama menabur angin “ketidakpercayaan yang egois” dan menuai angin puyuh “kehancuran diri.” Penderitaan keputusasaan yang menimpa mereka adalah secara moral merupakan takdir akhir ketidaktaatan mereka, bukan murka sewenang-wenang Pencipta mereka yang kecewa.

Apakah yang mereka lakukan ketika mereka merasakan kehadiran Allah saat percakapan sore hari seperti biasa? Mereka bersembunyi. Mereka segera ditemukan, bagaimanapun, mereka tidak bisa bersembunyi dari Tuhan—dan demikian juga dengan kita. Memang benar bahwa “mata TUHAN menjelajah seluruh bumi” (2 Taw. 16:9). Dia tahu persis pikiran dan niat hati kita.

Pencipta memaparkan kepada Adam dan Hawa hasil mengerikan dari kesalahan mereka. Tetapi Dia juga mengumumkan janji Penebusan. Jika kita, seperti mereka, menerima tawaran-Nya yang penuh kemurahan akan pengampunan, hukuman kita tidak akan ada kurang nyata, tetapi hati kita, yang dikuatkan oleh kehadiran dan kuasa Roh Kudus, akan diisi dengan harapan yang penuh sukacita untuk Eden yang dipulihkan
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan