Semuanya dimulai pada Satu pagi di hari Sabat, sementara seorang anak remaja menangis di balik pintu kamar yang terkunci. Dengan lembut mengetuk pintu kamar putrinya, Ibu Shin bertanya apakah ada masalah. "Aku sangat sedih,"terdengar jawaban pelan. "Sabat yang menyakitkan. Saya tidak ingin pergi ke gereja! Tidak ada yang sama umur dengan saya.“ Ibu Shin telah memerhatikan beberapa waktu bahwa putrinya 15 tahun itu, Bo Hwa, sedang susah. Selama seminggu, Bo Hwa pergi ke sekolah bersama teman-teman, tapi di rumah dan gereja hanya dia satu-satunya remaja.

Rencana Pancake
Ibu Shin dan Bo Hwa berdoa bersama-sama atas situasi ini, dan tak lama kemudian Ibu Shin punya rencana. Setiap pagi di hari kerja, ia bangun sangat awal dan membuat 2.000 hotteok panekuk Korea dengan isi manis yang terkenal. Ibu Shin kemudian membawa hotteok dan membuka toko di seberang sekolah menengah setempat. Sebelum sekolah, selama makan siang, dan setelah pulang sekolah Ibu Shin menjual hotteok kepada siswa yang lapar. Tapi lebih dari pada itu-dia barteman dengan mereka; "Bagaimanakah kabarmu?" tanya Ibu Shin. Bagi banyak pelanggan muda, ini adalah pertama kalinya seseorang menunjukkan minat yang tulus kepada mereka. Merasakan perhatiannya, para siswa mulai membuka diri kepada Ibu‘Shin. Banyak yang mengalami kesulitan di sekolah dan di rumah. Beberapa barasal dari keluarga berantakan atau mengalami pelecehan. Beberapa tinggal sendiri.
 Tingkat Berikutnya
      Sementara kepercayaan mereka makin dalam, Ibu Shin memutuskan untuk membawa persahabatan mereka ke tingkat berikutnya. "Apakah yang kamu lakukan pada hari Sabtu sore?" tanya Ibu Shin kepada pelanggan setianya“Tidak ada," respons biasa saja. "Apakah Anda ingin pergi bersama saya mengunjungi beberapa orang tua dan menghibur mereka? "tanyanya. Sebelumnya, Ibu Shin telah mengunjungi kantor pemerintah daerah, meminta nama dan alamat dari orang tua yang tidak memiliki keluarga yang merawat mereka. Setiap hari Sabat sore, Bapak dan Ibu Shin, Bo Hwa, dan banyak siswa SMA yang lain mengunjungi orang-orang tua. Kegiatan itu dengan instan berhasil! Setelah kunjungan, ibu Shin mengundang siswa ke rumahnya untuk pesta. Para siswa menyukai rnaka nan dan merasa di rumah, merasakan kehangatan dan kaepedullan darl keiluarga Shin. Bo Hwa sangat gernbira memiliki banyak teman baru. Selain menyediakan makanan badani, Keluarga Shin mengajarkan siswa bagaimana untuk berdoa, menyanyikan lagu-lagu Kristen, dan memelajari Aikitab. Selama seminggu, selain menjual hotteok, Ibu Shin mengunjungi rumah siswa-siswa, membawa makanan kepada mereka yang hidup sendiri..Di saat situasi yang sangat tidak aman, Keluarga . Shin sering membawa orang-orang muda ke rumah mereka, merawat seperti keluarga mereka. Pertemuan Sabat sore terus bertumbuh sampai apartemen kecil Keluarga Shin dengan 65 meter,persegi, tidak bisa menampung lagi. Kelompok ini kemudian bertemu untuk sementara di toko listrik terdekat dari Bapak Shin, sampai-sampai pemllik toko tetangga mengeluh. Keluarga Shin terus berdoa, dan segera Allah memberikan kesempatan bagi mereka untuk pindah ke rumah yang lebih besar yang memungkinkan Keluarga Shin untuk "mengadopsi" mereka yang lebih muda, dan mernberikan tempat yang lebih besar untuk bertemu pada hari Sabat sore. 
Penanaman Gereja Panekuk. 
      Setelah beberapa saat, terlihat jelas bahwa "rumah gereja" mereka telah tumbuh, menjadi penanaman gereja. Menyadari bahwa akan lebih baik bagi rnereka untuk secara resmi diatur sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Keluarga Shin berdoa dengan sungguh-sungguh untuk menemukan sebuah bangunan yang terjangkau yang dapat digunakan sebagai gereja mereka; Suatu hari, Bapak Shin melihat bangunan tua, rumah yang sudah usang dijual di jalan yang sama di mana dia tinggal. Dia menempatkan tangannya di dinding bangunan itu, ia berdoa, "Tuhan, tolong berikan kami rumah ini untuk rumah-Mu, dan kami akan mengubahnya menljadi rumah. bagi hormat untuk kemuliaan-Mu." 
      Tuhan menjawab. doa dan 5.000 dolar Amerika Serikat dikumpulkan untuk membeli rumah. Kelompok ini kemudian bekerja sama memperbaiki dan merenovasi bangunan menjadi tempat yang dapat layak. untuk beribadah. Namun, mereka membutuhkan seorang pendeta jemaat mereka yang baru. Keinginan untuk mendorong kaum muda untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dengan melanjutkan pendidikan mereka, Bapak Shin menjadi teladan. Meski baru berusia 45 tahun, dia mengatakan kepada mereka dia bersedia untuk kembali ke sekolah untuk mereka. Bapak Shin diterima di Universitas Sahmyook, sebuah Universitas Advent besar di dekat Seoul, di mana ia belajar teologi. 
      Dia, putri Shin, Bo Hwa, dan tiga dari anak "adopsi" semua menyelesaikan studi di universitas yang didanai dari hasil bisnis hotteok Ibu Shin! Karena penanaman gereja ini dimulai pada tahun 1998, lebih dari 400 orang muda telah dibaptis. Anggota gereja, yang terdiri hampir seluruhnya dari orang-orang muda, telah melaksanakan 39 program penginjilan (sampai April 2014). Mereka pergi dalam perjalanan misi ke Kamboja, Hong Kong, Filipina, dan Taiwan, mengubah ribuan jiwa di negara-negara Asia. Sebagian dari Persembahan Sabat, Ketigabelas Anda untuk triwulan kedua 2015, akan membantu membangun Institut Misi Pemuda" Saebyeoksei-di Naju, Korea Selatan, di mana para anggota orang muda dapat menerima pelatihan tambahan dan melanjutkan. tradisi penanaman gereja. Terima kasih atas persembahan yang murah hati dari Anda!

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan