AWAL"WACANA PERPISAHAN"

“Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: ‘Sekarang Anak Manusia diper-muliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang’” (Yohanes 13:31-33)-

Kepergian Yudas memberitahu Yesus bahwa akhir-Nya sudah mendekat cepat, bahwa tsunami peristiwa-peristiwa segera menyusul. Dengan keper-gian sang pengkhianat, kisah Injil ini berbalik. Yesus sekarang bebas mengatakan hal-hal yang Dia tidak dapat katakan ketika Yudas ada. Dia bukan saja tidak dapat mengajar secara lebih bebas, tetapi dia harus berbuat demikian. Mereka tidak siap untuk kepergian-Nya. Dan Yesus hanya mempunyai waktu yang pendek saja untuk mengajar mereka.

Di saat itulah “percakapan-percakapan perpisahan” dimulai. Dari Yohanes 13:31 sampai akhir pasal 16, Yesus menerangkan kepada mereka kenyataan bahwa Dia akan pergi dan mereka belum dapat mengikuti-Nya. Di dalam pasal-pasal itu, Dia berikan apa yang menurut keyakinan-Nya adalah pengajaran paling berharga dan penting yang Dia dapat tinggalkan bagi para pengikut-Nya ketika dia menghadapi maut. Orang-orang ini, ketika tidak siap, akan segera dipaksa memikul peran kepemimpinan yang Yesus telah berikan sampai saat itu. Doa besar Yohanes 17 mengikuti percakapan perpisahan itu. Semua bahan ini hanya muncul dalam Injil yang keempat. Betapa kita bersyukur bahwa Allah menganggapnya pantas mengilhami Injil Yohanes sebagai yang terakhir dari keempat Injil itu untuk ditambahkan kepada penyajian Perjanjian Baru tentang kehidupan dan pengajaran Yesus.

Satu hal yang patut dicatat mengenai instruksi dalam percakapan perpisahan ini adalah bahwa Yesus mulai berbicara tentang diri-Nya sendiri dengan cara-cara baru. Satu contoh fenomena itu adalah pernyataan-Nya dalam Yohanes 13:31, bahwa Dia segera akan dipermuliakan. Sebelumnya fokus-Nya adalah pada kemuliaan Allah. Tetapi dengan Yudas yang cepat berkhianat dan dengan kematian Yesus, kebangkitan, dan naik ke surga untuk duduk di sebelah kanan Bapa sekarang tampak, maka waktunya tiba untuk saat itu berbicara secara terbuka tentang permuliaan Dia sendiri. Ayat 31 dan 32 menggunakan kata dasar “mulia” lima kali ketika Yesus terus terang memberitahu para murid-Nya bahwa saat-Nya sudah tiba di mana Dia harus meninggalkan mereka.

Kata-kata terakhir-Nya, dicatat di dalam Yohanes 13:31 sampai akhir pasal 17, sudah pasti telah dipikirkan ketika para murid yang merasa kehilangan itu merenungkan misi baru mereka tanpa Yesus di bumi untuk memimpin mereka. Dengan kenyataan tersebut kita berada dalam tempat yang sama seperti mereka. Jadi dengarkan dengan saksama sementara Yesus memberi bahan yang diperlukan bagi kita masing-masing para pengikut-Nya.

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan