HAPE

"Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dan debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup"(Kejadian 7:7).


Sementara mendaki di lereng Gunung Kilimanjaro, sepupu saya, Dr Frank, hampir mati karena HAPE Akronim dari High Altilude Pulmanary Edema edema paru paru pada ketinggian (terlalu banyak cairan di paru paru), HAPE adalah apa yang terjadi pada beberapa orang yang menghabiskan satu hari atau lebih pada ketinggian di atas 8 200 kaki. Menjadi lebih meningkat pada 19.000 kaki, Kilimanjaro adalah gunung tertinggi di Afrika Sejak Allah meniupkan na pas kehidupan ke dalam diri manusia, kita mendapatkan oksigen ke sel sel dalam tubuh yang vital agar tetap hidup. Tetapi di alas 8.200 kaki, molekul udara lebih jauh, dan oksigen berkurang 10 persen Penyebabnya masih misteri, cairan mengumpul di paru paru, dan orang rentan cepat mati. Bahkan, HAPE. adalah penyebab paling umum KEMATIAN bagi mereka yang menjelajah ke puncak tertinggi Begitu pendaki mencapai puncak yang tertinggi, mereka akan merasakan dada mereka mengetat, dan mereka akan merasa sulit untuk bernapas bahkan ketika beristirahat. Mereka tampaknya tidak bisa menghirup napas mereka. Akibatnya, mereka menjadi lemah dan lelah, dan mungkin mulai batuk karena aku mulasi cairan di paru paru Jika Anda mendengarkan napas mereka, maka Anda akan mendengar bunyi napas berderak atau suara menggelegak dan melihat kuku dan bibir mereka membiru, tetapi tidak selamanya menjadi dingin. Baik denyut jantung dan laju pernapasan yang tidak normal semakin cepat. Kondisi ini berbahaya. Anda harus menurunkan mereka dari ketinggian secepat mungkin dan mencari bantuan medis.

Sepupu saya paling beruntung dapat-berlahan hidup, karena bagi dia, satu satunya cara turun adalah melewati puncak gunung. Sebelum siksaan panjangnya berakhir, ia sadar sedang ditandu oleh orang lain dari tim pendaki untuk menda patkan bantuan medis. Sebagai hasil pengalamannya, Dr. Frank Artress menjual bisnis anestesiologinya yang menguntungkan di Modesto, California. Dia menjual rumahnya, mobil mewahnya, koleksi seni, dan segala sesuatu yang ia miliki, kemudian ia dan istrinya pindah ke Tanzania untuk menyediakan bantuan medis bagi mereka yang lelah menyelamatkan hidupnya Jika Anda suka, bacalah sisa kisahnya dengan membuka situs di fameajriai.org.

Waktu demi waktu, Tuhan memberikan kita napas sehingga kita bisa memuji Tuhan, Dia yang telah menghembuskan napas terakhir bagi mereka yang hampir mati. Mari kita berterima kasih kepada Tuhan karena setiap napas yang Dia izin kan untuk kita miliki.

Tuhan, biarlah setiap saat dalam kehidupan saya menjadi pufian bagi Mu dan kuasa nama Mu.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan