Pertimbangan Kita

"Marilah, baiklah kita berperkara!-firman TUHAN-Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba" (Yesaya 1:18).

Dasar kedua dari perlengkapan moral kita adalah pertimbangan. Selera adalah bagian dari perlengkapan moral yang kita inginkan. Pikiran adalah dasar kebijaksanaan mempertimbangkan (memperhitungkan) untuk mengikuti keinginan dan kehendak kita. Apa yang paling diharapkan oleh seseorang, yang paling masuk akal sekalipun harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Untuk tujuan ini Ellen White menulis: “Rencana Allah ialah supaya pikiran harus mengatur selera makan, bahwa semuanya itu harus melayani demi kebahagiaan kita. Dan bilamana semuanya itu diatur dan dikendalikan oleh pikiran yang disucikan, semuanya itu merupakan kesucian kepada Tuhan” (Membina Anak yang Bertanggung Jawab, hlm. 403). Juga, “kuasa pertimbangan seperti raja, yang dikuduskan kasih karunia Ilahi, harus memerintah dalam kehidupan kita (Amanat kepada Orang Muda, hlm. 299). Dan, “setiap emosi dan keinginan harus ditaklukkan oleh akal dan hati nurani” (Testimonies for the Church, jld. 5, hlm. 177).

Pertimbangan yang tepat merupakan dasar penting dari pilihan yang tepat. Bantuan terbesar dari pertimbangan tepat adalah belajar Firman Allah. Itulah sebabnya, “Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu mumi, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya” (Mazmur 19:9-10).

Apakah Anda membuat keputusan, besar atau kecil, memerlukan pikiran jernih dan mata yang tajam? Apakah Anda ingin pimpinan Tuhan dalam hal pernikahan, dalam pekerjaan Anda, sekolah atau lingkungan di mana Anda berada? Apakah Anda dihadapkan dengan pilihan mengenai masalah keuangan, memilih teman kelompok, tantangan dalam hubungan sosial atau tantangan dalam hal mencari pekerjaan? Jawabannya ada dalam Alkitab; belajar Alkitab akan memperkuat pikiran kita, mempertajam pertimbangan, mengembangkan kemampuan kita untuk memilih, meningkatkan kapasitas pengambilan keputusan kita dan, tidak ada sumber informasi lain yang meningkatkan ketajaman dari kecakapan kita. Keajaiban dari Alkitab adalah bahwa Alkitab tidak hanya mengatasi selera yang jahat, tetapi juga meningkatkan kuasa keprihatinan kita, kemampuan kita untuk membedakan yang benar dan salah, palsu dan asli, lebih rendah dan lebih tinggi.

Daud mengatakan dengan penuh keyakinan: “Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan” (Mazmur 119:99).

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan