Penekanan    : Orang Muda dan Rumah Tangga

Tema             : Reklamasi
tanggal          : Senin, 23 Maret 2015.
topik              : Bergantung Pada Yesus
Ayat Alkitab : Lukas 15:11-32
Lagu Buka    :Devine Love All Excelling
 

Pendahuluan
       Saya dan istri saya bertemu dengan Orlando ketika kami melayani di distrik pertama dari pelayanan kami. Kami benar-benar sangat terkesan dengannya. Dia hadir di setiap acara kebaktian di gereja. Malam evangelisasi di hari Minggu malam, acara kebaktian Rabu Malam dan di semua acara kebakfian Sabat, dari Sekolah Saba? sampai dengan acara Vesper (Acara Doa Malam). Dia tanpa terkecuali selalu aktif di dalam departemen orang muda, melayani sebagai pemimpin orang muda dan Direktur Pafhfinder. Setiap orang tahu bahwa dia adalah seorang anggota gereja yang berkomitmen dan disukai oleh anak-anak kecil, orang-orang muda dan orang-orang dewasa. Setelah kami meninggalkan distrik itu, kami sering bertemu denganya dan berdiskusi dengannya, berbicara tentang imannya dan ketertarikan-ketertarikan sosial yang lain yang dia miliki yang meneguhkan kerohaniannya. tahunpun berlalu kami kehilangan kontak dengannya sampai pada suatu hari kami sedang

 
dari banyak orang muda. Dia berpikir bahwa nilai-nilai dan obsesi mereka dengan cara berpikir tentang  hidup dibawah kendali diri sendiri adalah cocok dengannya. Jenis budaya seperti ini yaitu idealisme, kreativitas dan kepandaian itulah yang akan memberikan kepadanya rasa tidak puas dan kesenangan semata. Kemajuan politik dan apresiasi yang luas akan sikap untuk mandiri dan terlepas dari pengawasan orangtua membuatnya menginginkan kebebasan. 
      Pernampilan Iuar yang membuat seperti menikmati kemewahan dari kehidupan yang menarik perhatiannya dan merasuk di dalam dirinya sebuah kebosanan yang tidak terdapai dirumah dan hanya akan diberikan oleh keadaan kemandirian, bebas untuk bergerak dengan pilihan yang bebas serta keputusannya sendirilah yang akan memuaskan dia. Pakaian mereka menarik perhatiannya, demikian juga dengan kesenangan, kepelisiran dan gaya hidup yang trendi yang kelihatannya keren. Dia ingin uniuk menjadi seperti mereka. Minum, musik pop, berdansa, merokok, pertunjukan film, seks, pesta pora, persaudaraan, jaringan social, rancangan baju seperti Levi James, Michael Kors, minyak wangi Porsche, dan Nike yang menarik dan Indah maginya. 
        Dengan menial yang sudah meracuni dirinnya dia menuntut kepada ayahnya..."Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku .... " (ayat 12). Dia sangat tertarik dengan kekayaan milik ayahnya, tetapi bukan masalah emosional, social dan fisik atau rohani dari ayahnya. Tanpa bersusah payah ayahnya yang baik, penuh Kasih, berbelas kasihan dan suka memberi itu membagikan kepadanya harta yang dia minta. Ini adalah suatu pengalaman yang luas biasa baginya, bebas akhirnya! "Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh.
        Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.(ayat 13). Dia sangat keren, tetapi berlebihan dan boros dalam hal cara dia mengunakan apa yang telah diberikan kepadanya. Ayat ini mengatakan, "Dia memboroskan harta miliknya dengan hidup berfoya-foya." terjemahan yang lain berkata bahwa "dia menghabiskan harta miliknya. dengan kehidupan yang tersesat." Dia menghabiskan semua uangnya dan akhirnya kehilangan hartanya." Dia sangat tidak bertanggungjawab, boros dan tidak hati-hati. Inilah
      menggunakannya semua-dalam pemborosan dan kehilangan semua harga dirinya dan kehilangan semua persaudaraannya. Dia tidak menyadari akan nilai yang dia miliki di rumah, di dalam rumah bapanya. Dia merasa bahwa dia sedang hilang di dalam kesenangan dan gossip di dalam cosmopolitan dari sebuah masyarakat. Ketika dia kehilangan semuanya itu, dia kehilangan mereka juga. tidak ada lagi yang dapat dia makan dengan baik dan yang bersih. tidak ada lagi pertunjukan-pertunjukan terkenal dan belanja-belanjaan yang menyenangkan. Hari-hari yang wangi dari deodoran telah berlalu dan satu-satunya penanyang ada padanya adalah tempatnya bersama dengan babi-babi.
        Allah ada di gereja tetapi tidak punya pekerjaan ataupun suami, hidup sangat suka dan hal-hal tidak berjalan dengan baik. Dia sudah bosan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dari sebuah gereja yang membosankan dengan pengkhotbah-pengkhotbah yang membosankan dan acara-acara yang membosankan dan juga dengan anggota-anggota yang membosankan. Dia meninggalkan gereja dan berteman dengan seorang pria muda yang tidak takul kepada Allah dan tidak tertarik dengan gereja. Tidak lama kemudian, dia hamil dan tidak pernah melihat pria muda itu lagi. Sekarang dia sama sekali keluar dari gereja, dengan tidak memiliki pekerjaan, tanpa seorang suami, dengan seorang anak tanpa ayah, tidak ada uang dan tidak seorangpun yang peduli kepadanya. Dia bergantung sepenuhnya pada meminta-minta dan berakhir di sebuah lembaga sakit mental.
       Banyak orang muda dan orang-orang muda dewasa bertanya: "Mengapa kita membutuhkan gereja sekarang? Ada banyak hal menyenangkan untuk dilakukan dan gereja sudah menjadi tidak menarik. Ini adalah hidupku, kata beberapa orang, dan kami akan hidup sesuai dengan apa yang kami inginkan. Itu sama dengan berkala, Tuhan, saya anggap Engkau sudah mati. Kenyataannya, Tuhan, bagiku Engkau sudah mati. Pernahkah anda barada di dalam   pengalaman seperti Hu? Pernahkah anda melakukannya? Apakah anda punya kenang-kenangan untuk dapat ditunjukkan? Apakah anda adalah orang yang suka sport, bekerja, makan dan hanya menikmati hidup saja? tidak ada waktu dengan kehidupan-yang telah diberikan oleh Tuhan di dalam Firman-Nya? tidak ada komunikasi dengan Bapa Surgawi? tidak ada lagi persekutuan dengan keluarga?
     2. Memberi secara berkelimpahan; mewah atau berlimpah Anda dengan demikian dapat memberikan sebuah pujian yang menyesatkan kepada seseorang. Sebagai sebuah kata benda, itu adalah seseorang yang memberi dalam kemewahan atau dalam pemborosan. Ketika kita berbicara tentang anak "yang hilang"-kita menggunakan kondisi ini dalam arti yang negatif. Anak itu sangat boros dan berlebihan di dalam menggunakan apa yang telah diberikan kepadanya.
      Ayat itu berkata, "Dia menghabiskan hartanya di dalam hidup berfoya-foya." Sebuah terjemahan yang lain berkata bahwa dia "menghabiskan harta miliknya di dalam kehidupan yang boros." Itulah arti dari pada prodigal itu di dalam konteks yang negatit tentang anak itu. Dia menghabiskan uangnya dengan tidak hati-hati. Dia tidak bertanggungjawab. Dia sangat ceroboh dan sembrono di dalam cara bagaimana dia hidup. Di sisi lain, sang bapa "memberi secara berlebihan" atau "boros"di dalam sebuah konteks yang lebih netral dan bahkan positif. "Dia adalah seorang yang pemboros yang tidak hati-hati" di dalam kasihnya. Dia berlimpah-limpah dan kaya di dalam Kasih, di dalam kemurahannya, di dalam roh memberinya.
      Kepada kedua anaknya, dia memberikan dengan limpah dan penuh kebaikan hati. Bagaiaman dengan Bapa dari anak yang hilang itu? Anak yang bungsu meminta harta milik kepunyaannya. Biasanya, pembagian ini dilakukan setelah kematian seseorang. Bapanya masih hidup dan anak bungsunya itu meminta apa yang bukan miliknya. Itu sama dengan berkata, "Ayah, paling tidak bagiku engkau sudah mati, aku membutuhkan bagianku sekarang." Dapatkah anda mengenali keterasingan emosional di sini? Untuk banyak pribadi, Tuhan mungkin sudan mati, selama mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sungguh suatu penghinaan, itu merupakan sebuah tamparan di wajah sang ayah, "aku mau bagianku dari warisan itu dan aku menginginkannya sekarang." Di jaman kita, bapa itu dapat dibenarkan jika dia menampar anak yang tidak tahu diri itu. Sebaliknya, dia mengiyakan permintaan itu. Di sini sang bapa menunjukkan kesabaran dan keluhuran dan kasihnya yang melebihi semuanya-lah yang menguasainya. Tahun-tahun telah

      tindakan. Dia menutupi kehinaan dan ketelanjangan anaknya dengan jubahnya yang terbaik, dia memakaikan cincin khusus dan sapatu kepadanya yang merupakan lambang dari menjadi bagian dari keluarga itu Iagi. Orang muda itu  disambut kembali di rumah dan untuk mematraikan perjanjiannya dan dia dihormati dengan sabuah pesta yang besar.
Ini adalah sebuah representasi yang jelas dari karakter Bapa Surgawi kita. Allah tidak memukul kim ketika kita memang patut mendapatknnya. dia sangat mangasihi kita sehingga Dia mengutus Anak-Nya yang tunggaL,Yesus Kistus di dalam daging, untuk menunjukkan kepada kita Betapa Dia sangat mengasihi kita. Yesus datang sebagai teman dari orang-orang berdosa yang keras kepala, yang melarikan diri dari rumah. Dia telah datang untuk menunjukkan kemurahan Bapa dan Kasih karunia dan untuk manyambut kita kembali kedalam keluarga itu.
     Dengan memandang ke salib kita melihat panjangnya kemewahan yang Allah akan jalani untuk memulihkan kita kepada keluarga-Nya. Mungkin saja anda belum maninggaikan rumah. Anda mungkin sacara fisik masih bagian dari keluarga Allah dan selalu terlibat aktif ataupun pasif tetapi dikecewakan. Kepada anda juga, Bapa yang boros itu menawarkan kasihnya yang sangat mahal itu.
Anak yang Hilang di Rumah (Lukas 15:25-30)."Tetapi  anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggi salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali  dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya Telah  bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa  bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyambelih anak lembu tambun itu untuk dia."
4. Apa ciri-ciri yang penting dari bapa yang boros itu yang membuat rumah itu menarik?
5. Berikan kesaksian pribadi anda tentang godaan untuk meninggalkan rumah(gereja) yang telah anda hadapi dan bagaimana anda mengalahkannya dan tetap tinggal didalam iman.
TUHAN MEMBERKATI...

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan